sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Panglima TNI: Prajurit tak boleh berpolitik praktis di Pilkada 2020

Hadi menekankan anggotanya untuk menjaga netralitas dalam gelaran Pilkada Serentak 2020.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 28 Jan 2020 10:33 WIB
Panglima TNI: Prajurit tak  boleh berpolitik praktis di Pilkada 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 527.999
Dirawat 66.752
Meninggal 16.646
Sembuh 441.983

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kepada seluruh jajarannya untuk tidak turut dalam politik praktis. Perintah ini disampaikan dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2020.

"Kepada jajaran unsur-unsur TNI di seluruh wilayah untuk tetap memegang netralitas TNI dan tidak berpolitik praktis," kata Hadi di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (28/1).

Menurutnya, profesionalitas adalah kunci menyukseskan Pilkada serentak yang akan berlangsung mulai September 2020 mendatang. Ia juga menekankan agar seluruh jajaran siap menghadapi berbagai potensi kerawanan menjelang hingga akhir pelaksanaan Pilkada 2020.

Hadi menginstruksikan agar seluruh pimpinan teritorial TNI di tiap daerah memiliki perencanaan yang baik guna memitigasi kerawanan yang mungkin terjadi.

"Jadi perencana yang baik dan akan menghindari satu peforma yang kurang," ujar Hadi.

Pernyataan Hadi disampaikan dalam rapat pimpinan atau rapim gabungan TNI dan Polri. Rapat tersebut membahas fokus keamanan tahun ini, yaitu Pilkada 2020, Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua, mitigasi bencana, dan penanganan eksploitasi sumber daya alam.

Hadi memerintahkan kepada seluruh anggota TNI dan Polri untuk mengantisipasi sejumlah kerawanan, khususnya dalam Pilkada serentak. Menurutnya, seluruh jajaran harus meningkatkan kepekaan dan kepedulian untuk melakukan pencegahan dini atas kerawanan yang telah dipetakan.

“Waspadai kerawanan pemilu, politik identitas, kerawanan di sosmed,” ucap Hadi.

Sponsored
Berita Lainnya