sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Panglima TNI klaim warga bangga dan gembira Natuna lokasi observasi coronavirus

Warga Natuna sempat menolak daerah mereka menjadi lokasi observasi coronavirus bagi WNI dari China.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Kamis, 13 Feb 2020 14:12 WIB
Panglima TNI klaim warga bangga dan gembira Natuna lokasi observasi coronavirus
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Idham Azis melakukan kunjungan ke Natuna, Kepulauan Riau, untuk menjamin kondusifitas masyarakat selama proses observasi coronavirus pada WNI dari China. Hadi mengklaim masyarakat Natuna mendukung proses observasi, meski sempat mendapat penolakan.

“Kita ingin menyapa masyarakat di sekitar wilayah observasi. Masyarakat mendukung kegiatan observasi. Mereka sangat bangga dan gembira. Mudah-mudahan dengan kehadiran Panglima dan Kapolri, semua bisa kondusif,” kata Hadi dalam keterangan resmi yang diterima Alinea.id di Jakarta, Kamis (13/2).

Dalam kunjungan tersebut, Kapolri juga menekankan kepada seluruh anggota yang menjalankan operasi kemanusiaan tersebut agar bekerja dengan baik. Ia menuturkan, dengan kerja sama yang baik antara TNI dan Polri, segala persoalan dapat dihadapi.

“Kepada pasukan gabungan operasi kemanusiaan untuk senantiasa menjalankan tugas dengan ikhlas, sehingga apa yang telah dilakukan dalam dua minggu ke belakang bernilai ibadah di mata Tuhan,” ujar Idham.

Sponsored

Panglima TNI dan Kapolri pun memberikan bantuan kepada warga Natuna dan WNI pulang dari Wuhan, China. Bantuan yang diberikan berupa pengobatan hingga pemberian bantuan kebutuhan pokok, untuk membantu proses observasi.

Sebelumnya masyarakat Natuna menolak daerah mereka dijadikan tempat inkubasi atau observasi coronavirus bagi WNI yang dipulangkan dari China. Mereka bahkan sempat turun ke jalan untuk menyampaikan penolakan.

Warga meminta proses inkubasi tersebut dipindahkan ke kapal perang Republik Indonesia atau KRI, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Mereka juga meminta pemerintah pusat dan daerah memberi kompensasi jaminan kesehatan, salah satunya dengan mendirikan posko kesehatan di Natuna.

Berita Lainnya