logo alinea.id logo alinea.id

Pansel KPK minta KPK telusuri rekam jejak capim selanjutnya

Agar Capim KPK jilid V terpilih tidak ada keterkaitan dengan tersangka yang sedang ditangani KPK.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 12 Jun 2019 14:10 WIB
Pansel KPK minta KPK telusuri rekam jejak capim selanjutnya

Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jilid V meminta masukan kepada KPK terkait dengan kinerja komisi antirasuah jilid IV. Hal itu akan menjadi dasar untuk menjaring Capim KPK selanjutnya.

Pansel Capim KPK juga meminta bantuan pada komisi antirasuah untuk menelusuri rekam jejak calon pimpinan selanjutnya. Hal itu bertujuan agar Capim KPK jilid V terpilih tidak ada keterkaitan dengan tersangka yang sedang ditangani KPK.

"Kedatangan kami di KPK adalah untuk meminta masukan. Kendalanya apa, keberhasilannya apa. Ini yang akan kami tingkatkan pada periode kemudian. Supaya ada kesinambungan apa yang sedang dibangun," kata Ketua Pansel Capim KPK Yinto Ganarsih, di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (12/6).

Penelusuran rekam jejak Capim KPK dilakukan setelah tahap seleksi administrasi. Nantinya, Pansel Capim KPK akan berkoordinasi dengan komisi antirasuah ihwal penelusuran rekam jejak itu. Pansel Capim KPK tidak akan memproses lebih lanjut jika ditemukan kandidat yang memiliki hubungan dengan pihak yang sedang ditangani KPK. 

Skema penjaringan capim KPK jilid V meliputi unsur yang sangat ketat. Menurutnya, proses seleksi itu tidak jauh berbeda dengan periode sebelumnya.

"Tadi Pak Saut bilang lanjutkan bu yang sudah pernah dilakukan kepada kami, lanjutkan saja. Itu yang akan kami lakukan juga," kata dia.

Yenti juga mendorong kepada pimpinan KPK jilid IV agar dapat mengutus salah satu pihak untuk mendaftar capim selanjutnya. Hal itu dimaksudkan untuk menyelaraskan tujuan dan cita-cita komisi antirasuah pada periode saat ini dengan selanjutnya.

"Selain dari komisioner ada juga dari penasihat, bahkan dari staf yang lain juga ada yang ingin daftar. Jadi kita mendorong itu," ujar Yenti.

Sponsored