sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pansus dibahas awal Januari, PDIP-PD siap buka-bukaan soal Jiwasraya

"Pansus ini untuk menghindari berbagai fitnah. Termasuk fitnah dugaan kenapa terjadi kok menjelang Pemilu 2019."

Kudus Purnomo Wahidin
Kudus Purnomo Wahidin Minggu, 29 Des 2019 14:46 WIB
Pansus dibahas awal Januari, PDIP-PD siap buka-bukaan soal Jiwasraya

Anggota Komisi VI DPR RI Deddy Sitorus mengatakan pembentukan Panitia Khusus atau Pansus Jiwasraya akan dibahas pada awal masa sidang tahun depan. Pihak PDIP dan Partai Demokrat yang dikaitkan dengan kasus ini, siap buka-bukaan ihwal borok Jiwasraya melalui pansus ini.

"Pada sidang terakhir kemarin sudah disepakati dan disurati oleh pimpinan DPR kepada aparat hukum dan sudah ditindaklanjuti oleh Kejaksaan sudah penetapan tersangka, dan kami sudah tahu sekarang sudah ada pencekalan jadi mungkin nanti pada pembukaan masa sidang kita akan proses pembentukan pansus-nya," ujar Deddy Sitorus dalam sebuah diskusi publik di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (29/12).

Politikus PDIP ini mengatakan, pihaknya siap menghadapi pihak Demokrat untuk membuka borok Jiwasraya melalui pansus di DPR. Kedua partai saling tuding dugaan penyelewengan dana nasabah asuransi Jiwasraya, setelah terjadi gagal bayar polis nasabah senilai Rp12,4 triliun.

Pihak PDIP menuding pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada Jiwasraya. Adapun Demokrat, partai yang didirikan SBY, menuduh pemerintahan Jokowi yang punya andil atas persoalan Jiwasraya.

Bagi Deddy,  tudingan terhadap kader PDIP tersebut janggal. Hal ini lantaran perkara di Jiwasraya sudah terjadi sejak 1998, dan terus berlanjut sampai era SBY. 

"Sudah jelaskan bahwa krisis Jiwasraya sudah dimulai tahun '98, dan berterusan. Kalau gara-gara Pilpres sebut dong, apa aja yang disebabkan karena Pilpres. Kalau memang  ada silahkan di proses. Bukan malah lompat konklusi tuduhannya," ujarnya.

Wasekjen Partai Demokrat Didi Irawadi mengatakan, pembentukan pansus penting guna mengungkap apa yang terjadi di Jiwasraya. Hal ini juga untuk meluruskan persoalan tersebut, hingga tak ada lagi saling tuding antara pihak Jokowi dan SBY, termasuk partai politik di belakang mereka.

"Pansus ini untuk menghindari berbagai fitnah. Termasuk fitnah dugaan kenapa terjadi kok menjelang Pemilu 2019," ujarnya 

Sponsored

Didi mengatakan, pihaknya memiliki dugaan penyelewengan dana di Jiwasraya memiliki kaitan dengan Pilpres 2019. "Sebab  freud ini mulai terlihat pasca Pilpres 2019," ujarnya.

Persoalan di Jiwasraya bermula saat perusahaan asuransi pelat merah itu menerbitkan produk asuransi savings plan yang menawarkan guaranteed return 9-13%, selama 2013 hingga 2018  dengan periode pencairan setiap tahun. Sebagian pihak memandang tawaran produk tersebut  tak masuk akal, sebab return yang dihasilkan lebih besar dibanding tingkat bunga deposito dan lainnya.

Pada Oktober 2018, Jiwasraya menunda pembayaran klaim produk asuransi JS Saving Plan yang dijual melalui bank mitra sebesar Rp802 miliar. Saat itu, Jiwasraya menyatakan pemenuhan pendanaan  untuk pembayaran masih diproses. 

Namun celakanya, hingga kini perseoraan masih belum mampu memenuhi kewajiban, hingga polis jatuh tempo atas produk tersebut pada Oktober-Desember 2019 mencapai sekitar Rp 12,4 triliun.

Berita Lainnya