sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

PDIP: Beri kesempatan UU KPK baru dijalankan

Hal ini lantaran revisi UU KPK disahkan dengan kesepakatan bulat seluruh fraksi di DPR RI dengan pemerintah.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Rabu, 09 Okt 2019 09:21 WIB
PDIP: Beri kesempatan UU KPK baru dijalankan

Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto meminta seluruh pihak memberi kesempatan, agar pemerintah mengimplementasikan UU tentang Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru. Hal ini lantaran revisi UU KPK yang disahkan pada 17 September 2019, dilakukan dengan kesepakatan bulat seluruh fraksi di DPR RI dengan pemerintah.

"Kesepakatan bulat DPR RI seharusnya kemudian diberikan kesempatan untuk menjalankan undang-undang tersebut dengan sebaik-baiknya," kata Hasto di Jakarta, Selasa (8/10).

Meski banyak menuai penolakan, UU KPK yang baru belum terbukti melemahkan KPK. Sebaliknya, Hasto meyakini undang-undang tersebut dapat memperkuat semangat pemberantasan korupsi.

Revisi UU KPK, juga dilakukan secara adil dan taat, tanpa adanya tebang pilih. Hasto mengatakan, revisi dilakukan agar penyalahgunaan kewenangan yang kerap dilakukan oleh KPK, tidak lagi terjadi. 

"Memberantas korupsi harus dilakukan dengan keadilan dengan ketaatan, bukan dengan tebang pilih," kata Hasto.

Dia pun meyakinkan bahwa Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, beserta partai koalisi pendukung, memiliki komitmen kuat terhadap pemberantasan korupsi. Tugas pemberantasan korupsi, kata dia, juga menjadi tugas bersama, karena merupakan kejahatan kemanusiaan. 

Menanggapi ultimatum penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) KPK sebelum tanggal 13 Oktober 2019, Hasto menolaknya, Menurutnya, pada tenggat waktu itu, UU KPK yang baru juga belum berlaku.

"Karena itulah sebaiknya undang-undang itu dijalankan, jangan dibiasakan dengan tata pemerintahan yang kurang baik, bagaimana undang-undangnya saja belum disahkan, lalu sudah muncul wacana untuk mengeluarkan perppu," kata dia menjelaskan. (Ant)

Sponsored