sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDIP DKI: Gage mempersulit warga penuhi kebutuhan hidup

Pencegahan penularan Covid-19 bukan dengan membatasi pergerakan, namun dengan memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Selasa, 04 Agst 2020 11:18 WIB
PDIP DKI: Gage mempersulit warga penuhi kebutuhan hidup
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 278722
Dirawat 61379
Meninggal 10473
Sembuh 206870

Anggota DPRD DKI Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak, mengaku tak sepakat dengan pemberlakuan ganjil genap (gage) di tengah pandemi Covid-19. Menurutnya kebijakan tersebut, akan semakin mempersulit masyarakat, terutama dalam memperbaiki ekonominya. 

"Kebijakan gage di tengah ekonomi yang merosot sangat tidak tepat. Saat rakyat berusaha untuk mencari nafkah atau menjaga keberlangsungan usaha, terasa tidak bijaksana membatasi pergerakan mereka," kata Gilbert saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (4/8).

Selain itu, penerapan gage justru akan membuat warga beralih menggunakan kendaraan umum yang jauh lebih berbahaya terdampak Covid-19. 

"Maka sebaiknya ditinjau ulang. Peraturan ganjil genap di tengah pandemi Covid-19 yang semakin parah belakangan ini di Jakarta, terasa sangat tidak tepat," ujarnya. 

Di tengah banyak aktivitas yang ditutup seperti sekolah, rasanya tidak mendesak memberlakukan kebijakan gage di Jakarta. 

Dengan semakin banyak karyawan yang beralih menggunakan angkutan umum ke tempat kerja, justru menambah risiko penularan di perkantoran.

"Karyawan tetap akan masuk karena masalah peraturan kantor. Selain itu, risiko tertular melalui transportasi umum lebih besar daripada kendaraan pribadi,"  

Oleh karena itu menurutnya, pencegahan penularan Covid-19 bukan dengan membatasi pergerakan, namun dengan memperketat penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Sponsored

"Yang mendesak untuk mengatasi kenaikan penderita saat ini adalah mengawasi di lapangan, dengan menurunkan ASN. Kebijakan ini terasa sangat tepat, tetapi menjadi sulit dilaksanakan oleh ASN DKI karena gubernur tidak memberi contoh turun mengawasi ke lapangan," ujar dia. 

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Syafrin Liputo mengatakan, kebijakan gage berjalan efektif. Sejak pemberlakuan pada Senin (3/8/), tak terjadi penumpukan masyarakat di angkutan umum.

Itulah sebabnya, dia menilai kebijakan tersebut ampuh mengurangi mobilitas masyarakat di luar rumah.

"Senin itu penumpang Transjakarta dari jam 05.00 WIB pagi sampai jam 09.00 WIB berjumlah 91.300. Hari ini di periode yang sama angkanya 91.450 penumpang. Artinya angkanya naik sedikit," kata Syafrin di Jakarta, Selasa (4/8).

Meski ada sedikit peningkatan, Syafrin mengklaim tidak ada penumpukan penumpang di halte. Pasalnya pihaknya sudah menyediakan 25% bus tambahan di sejumlah koridor yang bersinggungan dengan jalur gage dan kerap ramai.

"Kami sudah menyiapkan antisipasi dengan penyediaan tambahan 25% jumlah bus yang sebelumnya beroperasi di 10 koridor Transjakarta. Artinya jumlah bus memadai," jelasnya.

Ia juga menyebut volume kendaraan di 25 ruas jalan gage terlihat sepi. Namun ia tak memberikan data rinci dan baru, hanya berdasarkan penilaian dari pantauan saja.

"Secara hitungan sedang dihitung. Tetapi tadi saya keliling dari Timur lalu ke Selatan, terlihat volume lalin cukup lancar," pungkasnya.

Diketahui pada Senin (3/8) merupakan hari pertama penerapan aturan ganjil-genap kendaraan di tengah pandemi Covid-19.

Adapun aturan gage diterapkan di 25 ruas jalan Jakarta yaitu :

1. Jl. Jalan Pintu Besar Selatan,

2. Jl. Gajah Mada,

3. Jl. Hayam Wuruk,

4. Jl. Majapahit,

5. Jl. Medan Merdeka Barat,

6. Jl. MH Thamrin,

7. Jl. Jenderal Sudirman,

8. Jl. Sisingamangaraja,

9. Jl. Panglima Polim,

10. Jl. Fatmawati,

11. Jl. Suryopranoto

12. Jl. Balikpapan,

13. Jl. Kyai Caringin,

14. Jl Tomang Raya,

15. Jl. Jenderal S Parman,

16. Jl. Gatot Subroto,

17. Jl. MT Haryono,

18. Jl. HR Rasuna Said,

19. Jl. DI Panjaitan,

20. Jl. Jenderal Ahmad Yani,

21. Jl. Pramuka,

22. Jl. Salemba Raya sisi barat dan Jl. Salemba Raya sisi timur,

23. Jl. Kramat Raya,

24. Jl. Stasiun Senen,

25. Jl. Gunung Sahari.

Berita Lainnya