sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PDRB Rp2.772 triliun, Kemendagri: Potensi Jakarta pulih besar

Potensi ekonomi Jakarta untuk tumbuh kembali dan pulih dari Covid-19 sangat besar.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 22 Jun 2021 14:18 WIB
PDRB Rp2.772 triliun, Kemendagri: Potensi Jakarta pulih besar

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menganggap letak geografis Provinsi DKI Jakarta strategis. Jumlah penduduk DKI Jakarta pada 2020 mencapai 10,56 juta jiwa dengan 71,98% usia produktif (15-64 tahun). Sedangkan indeks pembangunan manusia DKI Jakarta sebesar 80,77%.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori menyebut, indeks pembangunan manusia DKI Jakarta tertinggi di Indonesia. Letak geografis dan sumber daya manusia dapat sebabkan DKI Jakarta menjadi pusat perekonomian dan keuangan terbesar di Indonesia.

Ia melanjutkan, meski pada kuartal pertama pada tahun 2021 ini DKI Jakarta masih mencatat pertumbuhan yang minus (-1,65%). Namun, DKI Jakarta mencatat realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp 8,76 triliun atau terbesar ketiga di Indonesia. Lalu, realisasi penanaman modal asing (PMA) mencapai US$ 1.003,5 juta.

“Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jakarta masih merupakan yang terbesar (tahun 2020 tercatat 2.772,381 triliun), sehingga potensi untuk pulih dan tumbuh kembali sangat besar (dampak pandemi Covid-19),” ucapnya dalam sambutannya pada Rapat Paripurna DPRD Provinsi DKI Jakarta memperingati HUT ke 494 Kota Jakarta, di Ruang Rapat Paripurna, Gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (22/6).

Di sisi lain, pemerintah provinsi (Pemprov) DKI Jakarta perlu memperhatikan tingkat pengangguran terbuka dengan 8,51% per Februari 2021. Kemudian, persentase penduduk miskin per September 2020 mencapai 4,69%  (nasional 10,19%) dan gini rasio sebesar 0,40 (nasional 0,385).

“Untuk itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentunya masih harus terus bekerja keras, khususnya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan angka tingkat pengangguran terbuka dan rasio ketimpangan,” tutur Hudori.

Diketahui, target pembangunan nasional yang telah ditetapkan dalam rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 adalah pertumbuhan ekonomi 5,4%-6,0%; tingkat kemiskinan 6,5%-7,0%; gini rasio 0,370-0,374; tingkat pengangguran terbuka 4,0%-4,6%; serta indeks pembangunan manusia 75,54.

Pencapaian target RPJMN, kata dia, harus selaras dengan upaya mewujudkan pelayanan publik yang prima di semua sektor. Selain itu, harus mendukung kemudahan investasi melalui reformasi struktural dan penyederhanaan birokrasi. “Saya yakin dan percaya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mampu mewujudkan birokrasi yang profesional, inovatif, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi,” ujar Hudori.

Sponsored
Berita Lainnya