sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelaku bom bunuh diri berprofesi sebagai penjual gorengan

Pada malam kejadian, keluarga tidak mengetahui kepergian Rofik ke Pos Pengamanan Operasi Ketupat di Kartasura.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 04 Jun 2019 15:10 WIB
Pelaku bom bunuh diri berprofesi sebagai penjual gorengan

Kepolisian berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Pos Pantau Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, menyebut pelaku bernama Rofik Asharudin (22) berprofesi sebagai penjual gorengan. 

“Dia tukang gorengan dan berdasarkan keterangan keluarga, dia juga pendiam,” ujar Dedi, di Mabes Polri, Selasa (4/6). 

Rofik jarang berkomunikasi dan bersosialisasi. Pada malam kejadian, keluarga tidak mengetahui kepergian Rofik ke Pos Pengamanan Operasi Ketupat di Kartasura.

“Kejadian bom bunuh diri yang dilakukan malam kemarin itu, pelaku tidak berpamitan.
Hanya keluar dengan menggunakan sepeda motor, tujuannya tidak tahu ke mana. Tiba-tiba terjadi peledakan itu,” ucap Dedi.

Rofik tinggal bersama keluarganya di wilayah Kranggan Kulon, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Pelaku meledakkan diri di depan pos pantau, Senin (3/6) malam, sekitar pukul 22.45 WIB. Sebelum menjalankan aksinya, dia meninggalkan satu unit motor bebek Suzuki Shogun dengan nopol AB 4051 WK.

Kemudian, Rofik berjalan ke arah pos pengamanan, dan duduk di trotoar di samping pos selama lima hingga sepuluh menit. Selanjutnya, lelaki lulusan SLTA itu meledakkan diri. Akibatnya, perut dan tangan kanan Rofik luka.

Saat itu, kepolisian langsung bertindak cepat. Polisi menggeledah rumah orang tua pelaku tempat Rofik menetap. Dari penggeledahan tersebut polisi berhasil mengamankan dua plastik isi belerang, satu plastik isi potasium klorat, campuran belerang dengan potasium arang atau black powder dalam Tupperware. 

Sponsored

Kemudian baterai 9 volt, serbuk putih yang diduga nitrat, satu plastik arang, dua plastik kabel berwarna kuning dan kabel clay, pengisi daya baterai, dua pipa berukuran 2-15 sentimeter, detonator manual warna putih dengan kabel hijau dan putih, solder.

"Hasil temuan dan hasil analisa forensik, itu merupakan bom berjenis low explosive. Termasuk juga sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku baik di perut maupun di luka tangan sebelah kanan," terang Dedi.

Kondisi Rofik sudah mulai stabil. Meski demikian, Polri masih menunggu hingga Rofik sudah pulih untuk dilakukan pemeriksaan.

"Semoga pelaku dapat sembuh sehingga dapat didalami lagi, pelaku terpapar ISIS melalui media mana. Apakah melalui media sosial atau secara langsung dengan bersentuhan beberapa orang," ujar Dedi.