sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelaku peledakan amatir, bom berjenis low explosive

"Berdasarkan hasil temuan dan hasil analisa forensik, bom tersebut berjenis low explosive. "

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 04 Jun 2019 12:32 WIB
Pelaku peledakan amatir, bom berjenis low explosive

Pelaku peledakan bom bunuh diri di Pos Pengamanan Operasi Ketupat, Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mengunakan bom berdaya ledak rendah atau low explosive.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, hal itu berdasarkan hasil analisa tim Densus 88 bersama tim Laboratorium Forensik (Labfor) terhadap temuan barang sitaan di rumah pelaku. Sebelumnya, aparat kepolisian melakukan penggeledahan di kediaman pelaku pascaterjadinya peristiwa ledakan bom di Pos Pengamanan Operasi Kartasura.

Dari penggeledahan tersebut, Tim Densus 88 berhasil menyita sejumlah barang, yakni dua plastik berisi belerang, satu plastik potasium klorida, satu plastik arang, rangkaian benda elektronik seperti baterai, rangkaian kabel 3,7 volt, satu pipa paralon, detonator manual, dan solder.

"Berdasarkan hasil temuan dan hasil analisa forensik, bom tersebut berjenis low explosive. Termasuk juga sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku, baik di perut maupun di luka yang ada di tangan sebelah kanan," kata Dedi, saat konferensi Pers, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Selain itu, bom yang digunakan pelaku merupakan bom pinggang. Karena itu, luka yang dialami pelaku terjadi di sekitar perut dan lengan.

Dedi menyebut, pelaku bom bunuh diri itu terpapar oleh paham radikalisme ISIS. Sementara ini, pihaknya belum menemukan indikasi bahwa pelaku terafiliasi dalam satu jaringan terorisme.

"Dari hasil analisa tim Densus, pelaku amatir, rekam jejak di kelompok belum terlihat. Belum ada indikasi pelaku ikut dalam satu jaringan, baik JAD Jateng, maupun jaringan yang lain," katanya.

Seperti diketahui, peledakan bom pada saat bulan ramadan ini tidak terjadi kali ini saja. Pada 5 Juli 2016 lalu, teror bom bunuh diri juga terjadi di kota Solo, Jawa Tengah. Kala itu, pelaku meledakkan di Polresta Surakarta, Jawa Tengah. 

Sponsored

Lebih lanjut, Dedi menduga, ada kepercayaan bagi pelaku yang terpapar paham radikalisme dalam menjalankan aksi peledakan bom di bulan ramadan untuk mati syahid. "Memang ada kepercayaan di kelompok tersebut di bulan ramadan ini merupakan bulan amaliah mereka," kata Dedi.

Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan bom bunuh diri telah terjadi di Pos Pemantauan 1 Tugu Simpang Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah. Persitiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.45 WIB, pada Senin (3/6) malam. Akibat peristiwa tersebut, pelaku peledakan bom mengalami luka bakar.