sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pelaku sempat duduk di trotoar sebelum ledakan

Pelaku yang mengenakan kaus hitam, celana jeans, serta memakai headset, menuju ke arah pos sekitar pukul 22.35 WIB. 

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 04 Jun 2019 13:25 WIB
Pelaku sempat duduk di trotoar sebelum ledakan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan kronologis peristiwa bom bunuh diri di depan Pos Pengamanan Operasi Ketupat Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kronologis diperoleh dari kesaksian salah seorang saksi yang bernama Rangga. 

Rangga yang berprofesi sebagai timer bus, kata Dedi, ketika itu sedang membantu polisi untuk memasang lampu. Saksi melihat pelaku yang mengenakan kaus hitam, celana jeans, serta memakai headset, menuju ke arah pos sekitar pukul 22.35 WIB. 

“Kemudian, pelaku duduk di trotoar dekat pos sekitar 5 sampai 10 menit berdasarkan perkiraan saksi. Lalu terjadi ledakan yang cukup kencang,” kata Dedi, di Kantor Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (4/6).

Dikatakan Dedi, pelaku mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut. Lantas delapan personel polisi dan Rangga yang ada di dalam pos tersebut segera berlarian guna menghindari lendakan susulan.

“Jajaran tim Polres Sukoharjo bersama pasukan Brimob mengevakuasi pelaku setelah melakukan sterilisasi area.  Ketika TKP dinyatakan aman, pelaku dibawa ke RS Moewardi untuk mendapatkan perawatan intensif,” terang Dedi. 

Dengan sigap, Tim Densus 88 Antiteror dan tim Antiteror Polda Jawa Tengah langsung melakukan investigasi pelaku dan kejadian tersebut. Satuan Unit Laboratorium Forensik pun diarahkan untuk olah TKP dan menemukan serpihan bom. 

Selanjutnya, lanjut Dedi, tim Densus 88 dan Polda Jawa Tengah langsung menggeledah kediaman pelaku pukul 01.25 WIB. Hasilnya, kepolisian berhasil mengidentifikasi nama pelaku, yakni Rofik Asharudin. Hal itu diketahui berdasarkan ijazah yang ditemukan serta hasil pemeriksaan sidik jari pelaku.

Dari penggeledahan tersebut, Tim Densus 88 berhasil menyita sejumlah barang. Yakni, dua plastik isi belerang, satu plastik isi potasium klorat, campuran belerang dengan potasium arang atau black powder dalam Tupperware, baterai 9 volt, serbuk putih yang diduga nitrat, satu plastik arang, dua plastik  kabel berwarna kuning, pengisi daya baterai, dua pipa berukuran 2-15 sentimeter, detonator manual warna putih dengan kabel hijau dan putih, serta solder.

Sponsored

"Dari hasil temuan dan analisa forensik, merupakan bom berjenis low explosive. Termasuk juga sisa serbuk yang melekat di tubuh pelaku, baik di perut maupun di luka yang ada di tangan sebelah kanan," ucapnya.

Dedi mengatakan, kondisi Rofik kini sudah mulai stabil. "Semoga pelaku dapat sembuh sehingga dapat didalami lagi pelaku terpapar ISIS melalui media mana, apakah melalui media sosial atau secara langsung dengan bersentuhan beberapa orang," ujar Dedi.