sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pelaku vandalisme Transjakarta dianggap bukan fans Persija

Melalui akun Instagram jktinfo, netizen ramai-ramai mengolok-olok oknum suporter The Jackmania (pendukung Persija)

Akbar Persada
Akbar Persada Senin, 10 Des 2018 15:19 WIB
Pelaku vandalisme Transjakarta dianggap bukan fans Persija
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 64958
Dirawat 31798
Meninggal 3241
Sembuh 29919

Aksi pengerusakan alias vandalisme terhadap bus Transjakarta saat melintas di Bundaran Hotel Indoensia (HI) pasca kemenangan klub Persija mendadak viral. 

Melalui akun Instagram jktinfo, netizen ramai-ramai mengolok-olok oknum suporter The Jackmania (pendukung Persija) yang sengaja mencoret badan bus bertuliskan "JKT DAY".

"Percayalah ini cuma anak idiot yang mengatasnamakan The Jak Mania," ujar akun gmel.rafi29 di kolom komentar unggahan jktinfo.

"Norak," seloroh pemilik akun robbany_11.

"Selebrasi yes, vandalism no. Jadilah juara yang berkelas," tulis akun hansen_andersson.

PT Transjakarta pun langsung merespons tindakan pengerusakan tersebut, Minggu (9/12) malam. Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono menilai, pengerusakan tersebut telah mencoreng keberhasilan Persija setelah berhasil merebut kemenangan di Liga 1 melawan Mitra Kukar.

Dia menyatakan akan segera melaporkan aksi pengerusakan bus bernomor MYS-17078 itu ke pihak berwajib."Keterangan saksi maupun rekaman kamera akan menjadi laporan agar pelaku diberikan sanksi tegas," ungkapnya melalui keterangan pers yang diterima Alinea.id.

Sponsored

Lalu bagaimana respon Gubernur Anies Baswedan?

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut, apapun pelanggaran yang terjadi termasuk vandalisme terhadap fasilitas umum tidak dapat dibiarkan. 

Meski demikian, dia meminta agar seluruh pihak tidak lantas menghakimi suporter Persija sebagai pelaku. Sebab, sepengelihatannya saat menyaksikan langsung pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno ratusan ribu suporter yang hadir sangat aman dan tenang.

"Kasihan Jakmania, karena ratusan yang kemarin itu tertib. Jangan dianggap mereka melanggar," ungkapnya di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/12).
 

Berita Lainnya