sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Dugaan pelanggaran kode etik Firli, Dewas KPK: Pemeriksaan segera selesai

Hasil proses pemeriksaan dapat diketahui setelah Dewas KPK melakukan sidang etik.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 04 Agst 2020 17:32 WIB
Dugaan pelanggaran kode etik Firli, Dewas KPK: Pemeriksaan segera selesai
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 266845
Dirawat 60431
Meninggal 10218
Sembuh 196196

Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklaim, proses pemeriksaan dugaan pelanggaran etik yang dilakukan Firli Bahuri rampung dalam waktu dekat.

Ketua Dewan Pengawas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean memastikan, pihaknya akan segera memutuskan laporan dugaan pelanggaran etik Firli Bahuri, terkait pemakaian fasilitas mewah berupa helikopter saat hendak berziarah ke makam orang tuanya pada Juni. 

"Saya pikir dalam waktu dekat, (pemeriksaan) juga sudah akan selesai," terang Tumpak, saat konferensi pers yang disiarkan secara daring, Selasa (4/8).

Hasil proses pemeriksaan akan diketahui setelah Dewas KPK melakukan sidang etik. "Percaya sajalah kami akan sampaikan itu, sepanjang nanti sudah selesai persidangannya," tutur dia.

Dalam mengusut dugaan tersebut, Dewan Pengawas KPK telah meminta klarifikasi dari berbagai pihak, seperti Firli Bahuri, hingga penyedia jasa penyewaan helikopter yang ditumpangi Firli.

Disampaikan Tumpak, pihaknya telah melakukan analisa dan mengkaji sejumlah klarfikasi tersebut. "Tinggal melakukan pemeriksaan pendahuluan tentang itu," papar dia.

"Dan apabila dalam pemeriksaan pendahuluan itu menemukan pelanggaran etik, maka akan kami sidangkan," tutup Tumpak.

Sementara itu, anggota Dewan Pengawas KPK Albertina Ho mengatakan, proses sidang kode etik itu dilaksanakan tertutup. Karena itu, dia meminta kepada publik dapat memercayai pihaknya dapat mengusut kasus tersebut secara objektif.

Sponsored

"Pada akhirnya akan dilaksanakan secara terbuka, jadi siapa saja bisa melihat. Tetapi proses persidangan tertutup," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, MAKI telah melaporkan Ketua KPK Firli Bahuri ke Dewan Pengawas KPK lantaran diduga melanggar kode etik berupa bergaya hidup mewah. Adapun gaya hidup mewah yang dimaksud MAKI berupa penggunaan helikopter mewah untuk melaksanakan ziarah ke makam mendiang orangtuanya.

Penggunaan helikopter mewah itu dilakukan dari daerah Palembang menuju pemakaman mendiang orangtuanya di Baturaja pada 20 Juni 2020.

"Bahwa perjalanan dari Palembang menuju Baturaja menggunakan sarana helikopter milik perusahaan swasta dengan kode PK-JTO," ujar Boyamin, dalam keterangannya, Rabu (24/6).

Selain laporan penggunaan fasilitas mewah, Firli juga dilaporkan atas dugaan melanggar protokol kesehatan saat melakukan kunjungan ke Sumatera Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Firki diduga tidak memakai masker dan mematuhi jaga jarak, ketika bertemu puluhan anak-anak di Baturaja Sumatera Selatan.

Berita Lainnya
×
img