logo alinea.id logo alinea.id

Peluru tajam terjang ibu hamil saat unjuk rasa di Kendari

Korban terkena peluru tajam saat tengah tertidur di rumahnya.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Jumat, 27 Sep 2019 16:00 WIB
Peluru tajam terjang ibu hamil saat unjuk rasa di Kendari

Sebuah peluru tajam menerjang seorang ibu hamil bernama Putri saat berlangsung aksi unjuk rasa oleh mahasiswa dan pelajar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Akibat terjangan peluru tajam itu, wanita berusia 23 tahun itu mengalami luka di bagian betis.

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol M. Iqbal, mengatakan korban terkena peluru tajam ketika tengah tidur di dalam rumahnya. Diketahui, rumah korban berada tak jauh dari lokasi demonstrasi mahasiswa yang menolak revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Rancangan Undang-Undang KUHP.

“Jaraknya sekitar dua sampai tiga kilometer dari lokasi demonstrasi. Peluru diduga berasal dari atas,” kata Iqbal di Jakarta pada Jumat, (27/9).

Iqbal menuturkan, pihaknya telah menemukan adanya proyektil di tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan. Saat ini, polisi tengah melakukan uji balistik untuk mengetahui jenis senjata api yang digunakan pelaku.

“Dugaannya rekoset atau peluru yang memantul. Untuk lebih jelasnya kami akan lakukan uji balistik,” ucap Iqbal.

Selain ibu hamil, peluru tajam diketahui juga menyasar seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo Kendari bernama Randi hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Mahasiswa Fakultas Perikanan itu diketahui turut serta dalam aksi unjuk rasa di kantor DPRD Sulawesi Tenggara.

Menurut Iqbal, pihaknya menduga peluru tajam yang mengenai Putri dan Immawan Randi berasal dari penyusup. Terlebih, Sulawesi Tenggara jaraknya tak jauh dari Sulawesi Tengah di mana ada kelompok kriminal bersenjata di sana.

Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tenggara, Brigjen Pol Iriyanto, mengatakan Putri yang terkena peluru tajam sedang mengandung enam bulan. Ketika itu, ibu muda tersebut yang tengah tertidur sekitar pukul 16:00 WITA tiba-tiba mengalami rasa nyeri di bagian betis sebelah kanan.

Sponsored

"Suaminya pun lantas mengantarkan Putri ke rumah sakit Bhayangkara. Setelah diperiksa, ternyata peluru bersarang di betis ibu tersebut," kata Iriyanto. 

Menurut Iriyanto, hasil identifikasi sementara bahwa peluru yang diangkat dari betis ibu hamil tersebut berkaliber 9 milimeter. Usai menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru, Putri memilih beristrahat di rumah keluarga di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Korban enggan ke rumahnya di Jalan Syeh Yusuf, Kecamatan Mandonga karena trauma insiden penembakan.

"Rumah korban yang berkonstruksi permanen berjarak sekitar 2 kilometer dari gedung DPRD Sultra yang menjadi kosentrasi pengamanan aksi unjukrasa oleh aparat kepolisian," tutur Iriyanto. 

Seperti diketahui, sebelumnya aksi unjuk rasa ribuan massa gabungan dari sejumlah perguruan tinggi dan pelajar di Kota Kendari juga menyebabkan dua orang meninggal dunia. Peserta unjuk rasa Randi (21), dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak di dada sebelah kanan pada Kamis (26/9) sekitar pukul 15:30 WITA.

Sedangkan korban lainnya yakni Muhammad Yusuf Kardawi (19) meninggal dunia setelah menjalani operasi akibat luka serius di bagian kepala di RSUD Bhateramas pada Jumat (27/9) dini hari sekitar 04:00 WITA.

“Kepolisian meminta dukungan masyarakat untuk menyampaikan informasi berkaitan pengungkapan pelaku penembakan maupun penganiayaan yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” kata Harry.

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Cara buzzer bekerja dan alarm bahaya di baliknya

Selasa, 15 Okt 2019 20:42 WIB
Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Riwayat Stasiun Gambir, dahulu jadi tumpuan

Senin, 14 Okt 2019 21:28 WIB
Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Denny Siregar: Saya bekerja tanpa komando

Sabtu, 12 Okt 2019 07:57 WIB