sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Kemenparekraf: Pembukaan destinasi wisata dilakukan secara gradual

Kriteria tertentu tersebut adalah destinasi yang sudah tersertifikasi cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan).

Tiara Kandida Enggarsari
Tiara Kandida Enggarsari Senin, 13 Sep 2021 22:59 WIB
Kemenparekraf: Pembukaan destinasi wisata dilakukan secara gradual

Sejalan dengan tren kasus Covid-19 nasional dan level PPKM yang semakin menunjukkan penurunan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), mulai melakukan uji coba protokol kesehatan terkait pembukaan destinasi wisata di beberapa wilayah. 

“Seiring dengan penurunan PPKM di berbagai daerah di Jawa Bali dan di seluruh Indonesia level PPKM ini terus kita turunkan dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, kami mulai mengujicobakan protokol kesehatan di berbagai destinasi wisata,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno dalam telekonferensi mengenai informasi terkini perkembangan program serta kebijakan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kanal YouTube Kemenparekraf, Senin (13/9). 

Hal ini dilakukan guna menjadi pembelajaran dan uji coba bagi sektor pariwisata agar kedepannya secara bertahap bisa dibuka kembali dengan memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, dan keselamatan serta keberlanjutan lingkungan. 

“Setelah melakukan rapat koordinasi dengan Kemenko Marves, Kemenkes dan industri serta pemda pada pekan kemarin, diharapkan para pengelola destinasi wisata yang ditunjuk dalam uji coba ini benar-benar dapat memahami hal-hal teknis yang harus dipersiapkan, bagaimana mendapatkan QR code dari Kemenkes yang dapat dipindai oleh pengunjung serta penerapan prokes yang ketat dan disiplin serta sosialisasi dari aplikasi PeduliLindungi,” ucap Sandiaga. 

Sandiaga menyampaikan, pembukaan dari destinasi wisata untuk beberapa wilayah akan dilakukan secara gradual (bertahap, bertingkat, dan berkelanjutan) dan merupakan wilayah yang sudah memenuhi beberapa kriteria tertentu. 

“Kriteria tertentu tersebut adalah destinasi yang sudah tersertifikasi cleanliness (kebersihan), health (kesehatan), safety (keamanan), dan environment sustainability (kelestarian lingkungan) atau CHSE dan seluruh karyawan di destinasi tersebut sudah menjalankan vaksinasi lengkap,” tegas Sandiaga. 

Tidak hanya itu saja, Kemenparekraf juga akan melakukan peninjauan ulang terhadap pengelola destinasi wisata dalam menentukan titik kritis dimana kemungkinan terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan potensi penularan yang tinggi di setiap kegiatan dalam destinasi, penentuan durasi dalam aktivitas yang digunakan, jarak antarpengunjung serta yang paling penting adalah penerapan aplikasi PeduliLindungi guna mengontrol kegiatan di sektor destinasi. 

Sandiaga berharap bahwa uji coba ini akan terus di finalkan dan untuk sektor pariwisata ekonomi kreatif (parekraf) juga akan diperluas. 

Sponsored

“Namun ke depan aplikasi PeduliLindungi akan ditetapkan sebagai gold standart atau sebagai standar yang kita harap penggunaannya juga bisa digunakan sampai ke level desa, yaitu desa wisata dan desa kreatif,” tuturnya. 

Berita Lainnya