sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemda diminta perbarui data geografis antisipasi bencana alam

Pemerintah daerah diminta lebih tanggap dalam mengantisipasi risiko bencana alam.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Sabtu, 04 Mei 2019 14:34 WIB
Pemda diminta perbarui data geografis antisipasi bencana alam

Pemerintah daerah (pemda) diminta lebih tanggap dalam mengantisipasi risiko bencana alam. Guru Besar Manajemen Konstruksi Universitas Pelita Harapan (UPH) Manlian Ronald A Simanjuntak menyatakan pemda harus selalu memperbarui informasi kebencanaan dari Badan Informasi Geospasial (BIG).

Manlian menyayangkan respon pemda yang saat ini kurang sigap dalam mengupayakan mitigasi bencana. “BIG punya peta dasar, kemudian seharusnya di daerah divalisasi. Likuifaksi (pergeseran tanah) itu bisa terjadi setiap menit, jadi harus dipantau pergerakan dan perilakunya,” kata dia di Jakarta, Sabtu (4/5).

Sebelumnya, pada 28 April lalu, lubang raksasa berdiameter 16 meter dan kedalaman 12 meter menghebohkan warga di Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Lubang di area persawahan tersebut muncul diiringi suara gemuruh dan dentuman sekitar pukul 04.00 WIB.

Lubang serupa sempat muncul di wilayah tersebut pada 6 September 2018. Saat itu, lubang yang muncul berukuran tiga meter. Kemudian, ukurannya membesar menjadi enam meter dengan kedalaman lima meter.

Kepala Tim Tanggap Darurat Pergerakan Tanah Badan Geologi Jawa Barat, Edy Mulyadi menyimpulkan bahwa ada sungai bawah tanah yang airnya kembali meluap. Namun, karena alirannya tertutup tanah, maka volume air di sungai bawah tanah yang mengalir deras menyebabkan tanah amblas.

Kondisi air yang terus mendesak tanah tersebut akhirnya menciptakan aliran sungai yang awalnya sempat hilang karena tertimbun tanah dari aktivitas gunung Gede Pangrango. 

Menurut Manlian, pergerakan air dari sungai bawah tanah yang usianya sudah tua tersebut bisa dipelajari. 

"Bagaimana antisipasi likuifaksi yang terjadi secara tiba-tiba itu sudah act of God, meluap juga tidak tahu. Pergerakan dibawah dasar laut itu umurnya juga tidak bisa diprediksi, tapi karakter perilakunya bisa dipelajari," ujar Manlian. 

Sponsored
Berita Lainnya