sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah diminta optimalkan sungai dan kanal antisipasi La Nina

Dwikorita Karnawati mengatakan, La Nina berdampak pada peningkatan curah hujan hingga 40% di Indonesia.

Annisa Saumi
Annisa Saumi Minggu, 11 Okt 2020 14:20 WIB
Pemerintah diminta optimalkan sungai dan kanal antisipasi La Nina

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merekomendasikan pemerintah mengoptimalisasi kapasitas sungai dan kanal untuk mengantisipasi debit air berlebih yang disebabkan fenomena La Nina.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, La Nina berdampak pada peningkatan curah hujan hingga 40% di Indonesia. Dia pun mengatakan, hal ini harus diwaspadai secara dini.

"Diprediksi La Nina dimulai Oktober dan diperkirakan curah hujan akan semakin meningkat," kata dia dalam konferensi pers virtual, Minggu (11/10).

Dia menjelaskan, dampak dari La Nina pada masing-masing daerah tidak seragam. Namun, dia mengingatkan, pemerintah daerah perlu berkoordinasi satu sama lain untuk siap siaga.

Sponsored

Adapun berdasarkan data BMKG, dampak La Nina diperkirakan akan terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021. Saat ini beberapa provinsi di Indonesia telah memasuki musim penghujan. Dwikorita menuturkan, puncak musim hujan secara umum, tidak seragam di seluruh wilayah Indonesia.

Pada Oktober hingga November 2020, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina akan terjadi di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Pulau Sumatra. Kemudian, pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akan terjadi di Indonesia bagian tengah dan timur.

"Sehingga, diperlukan optimalisasi tata kelola air yang terintegrasi dari hulu hingga hilir untuk mengantisipasi peningkatan debit air berlebih," ujarnya.

Berita Lainnya