sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah diminta siasati embargo vaksin Covid-19

Pemerintah dapat melobi Astrazeneca ke pabrik yang ada di Thailand.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 07 Apr 2021 08:36 WIB
Pemerintah diminta siasati embargo vaksin Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

 

Pemerintah diminta dapat mengambil langkah cepat untuk menyiasati embargo vaksin Astrazeneca oleh Pemerintah India.

“Saya meminta pemerintah segera mengambil langkah taktis agar dapat segera memenuhi jumlah kebutuhan vaksin nasional. Kalau pemerintah lambat, maka tujuan herd immunity sulit untuk kita capai," ujar anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani, dalam keterangannya, yang diakses Rabu (7/4).

Salah satu saran yang dilayangkan Netty, pemerintah dapat melobi Astrazeneca ke pabrik yang ada di Thailand, bila pabrik vaksin di India menutup akses pengiriman ke Indonesia. Dia khawatir, vaksin dalam negeri bakal mengalami kekosongan usai India memutuskan embargo.

"Kalau vaksinnya saja kosong, bagaimana mewujudkan target 1 juta dosis suntikan per hari yang ditargetkan Presiden? Pastinya ini akan berdampak pada tidak tuntasnya vaksinasi dalam waktu 15 bulan sebagaimana target dari pemerintah," ucap Netty.

Kosongnya pasokan vaksin bakal berdampak pada aspek lain, seperti penerapan kebijakan pembelajaran tatap Muka (PTM). Dia merasa, proses vaksinasi masih berjalan lambat meski adanya stok vaksin dalam negeri.

"Kalau vaksin kita kosong, maka proses vaksinasi tidak bisa dilanjutkan. Lalu bagaimana dengan wacana PTM pada Juli? Apakah guru-guru bisa dijamin sudah divaksin semua? Apalagi saat stok vaksin masih ada saja, vaksinasi terhadap tenaga pendidik masih berjalan lambat," tutur dia.

Lebih lanjut, Netty menilai pemerintah perlu memastikan dan mendorong produksi bulk vaksin Sinovac yang dipesan dari China. "Jangan sampai mendatangkan Sinovac bulk yang begitu banyak (140 juta dosis) tetapi kemampuan produksi kita rendah, ini akan menjadi sia-sia," katanya.

Sponsored

Sebelumnya Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, Indoneaia kehilangan 10 juta dosis vaksin Astrazeneca pada April. Hal itu ditenggarai lantaran Pemerintah India memutuskan embargo vaksin karena kasus Covid-19 terus alami lonjakan.

Meski demikian, Budi menyatakan vaksinasi Covid-19 bakal kembali meningkat pada Mei 2021 karena ada produksi vaksin secara masal dari Bio Farma. Sementara itu, PT Bio Farma memastikan sebanyak 30 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk akan tiba pada April ini.

Berita Lainnya