sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah diminta tak tergesa-gesa eksekusi layanan internet 5G

Indonesia perlu mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem 5G terlebih dahulu sebelum mengeksekusi layanan tersebut. 

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 21 Des 2020 08:41 WIB
Pemerintah diminta tak tergesa-gesa eksekusi layanan internet 5G
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pemerintah diminta untuk tidak tergesa-gesa untuk mengadopsi layanan jaringan internet 5G. Pasalnya, Indonesia dinilai hanya akan menjadi pasar jika penerapan layanan itu dieksekusi dalam jangka waktu dekat ini.

Hal itu diyakini anggota Komisi I DPR RI Sukamta. Dia melihat, porsi besar yang diberikan pemerintah kepada pelaku operator telekomunikasi dari sejumlah negara asing yang mendapat lelang frekuensi 5G ini.

"Dengan kondisi sekarang, Indonesia bisa-bisa hanya jadi pasar saja. Yang mengambil keuntungan dari kue besar tadi hanya 7 negara, Amerika Serikat (AS), China, Perancis, Jerman, Korea Selatan, Jepang, dan Inggris. Indonesia hanya mendapat sebagian kecil kue tadi. Jadi, jangan terburu-buru untuk mengadopsi 5G kalau memang belum siap," ujar Sukamta, kepada Alinea, Senin (21/12).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, Indonesia perlu mempersiapkan infrastruktur dan ekosistem 5G terlebih dahulu sebelum mengeksekusi program layanan tersebut. Sebab, tingkat penetrasi internet di bumi pertiwi dinilai belum merata 

"Masih ada daerah-daerah yang hanya bisa menangkap sinyal 2G, bahkan masih ada daerah yang tidak ada sinyal sama sekali," terangnya.

Selain penyediaan sarana infrastruktur frekuensi, kata Sukamta, persiapan regulasi terkait, adjustment terhadap seluruh regulasi terdampak juga perlu dipersiapkan pemerintah.

"Jangan sampai karena belum siap, operator telekomunikasi didorong-dorong adopsi 5G, karena misalnya mungkin monetisasinya belum terlalu menguntungkan, ya justru semakin membuat operator rugi, dan industri tertekan. Kita tidak ingin itu terjadi," ujar dia.

"Kami berharap semuanya dipersiapkan, termasuk ekosistem tadi. Percuma kalau infrastruktur dan teknologinya ready, tapi dari sisi penggunanya belum siap. Musti cermat ini perencanaannya karena biaya untuk 5G tidaklah kecil," tambah Sukamta.

Sponsored

Sebelumnya, Kementerian Kominfo (Kominfo) berupaya menghadirkan layanan internet 5G pada 2021. Bahkan Kominfo telah membentuk gugus tugas untuk mempersiapkan layanan tersebut. Adapun, tiga operator telekomunikasi, yaitu Telkomsel, Tri dan Smartfren pun sudah mendapat lelang frekuensi 5G ini.

Berita Lainnya