Pemerintah harus selesaikan kasus Rizieq segera

Pengaruh Rizieq masih cukup besar di kalangan unsur 212 dan GNPF MUI, yang belakangan berseberangan haluan dengan pemerintah.

Pemerintah harus selesaikan kasus Rizieq segera
Habib Rizieq Shihab, ulama besar FPI./ Facebook

Ditangkapnya Habib Rizieq Shihab (HRS) oleh otoritas Arab Saudi atas dugaan pemasangan bendera HTI di rumahnya, akhirnya menambah panas tensi politik di Tanah Air. Imam besar Front Pembela Islam (FPI) itu membantah telah memasang bendera tersebut. Ia bahkan mencurigai andil pemerintah dalam pemasangan bendera berlambang tauhid ini.

Menurut Pengamat Politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin, pernyataan Rizieq dapat menambah panas ekskalasi politik nasional. Pasalnya, imbuh dia, pengaruh Rizieq masih cukup besar di kalangan unsur 212 dan GNPF MUI, yang belakangan berseberangan haluan dengan pemerintah.

"Pengaruh HRS masih besar, terbukti walaupun dia jauh di Arab Saudi tetap menjadi pemberitaan (di Indonesia). Tetap mengikuti jalannya politik di Indonesia. HRS pengaruhnya masih sangat besar di GNPF dan para alumni 212, begitu juga masih berpengaruh dalam mendukung Prabawo," jelasnya ke Alinea.id.

Jika dibiarkan berlarut-larut, tambahnya, bisa mengakibatkan konflik horizontal di masyarakat. Oleh karena itu, ia menyarankan pemerintah untuk menyelesaikan kasus Rizieq dengan cara musyawarah, dan merangkul kelompok terkait.

"Pemerintah harus adil dalam memperlakukan warga negaranya.Saya rasa, pemerintah punya instrumen untuk mengupayakan perdamaian agar negara tetap kondusif," pungkasnya.


Berita Terkait

Kolom