sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemerintah siapkan hunian baru bagi korban tsunami Banten

Proses relokasi akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai pada 5 Januari 2019 mendatang.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Kamis, 03 Jan 2019 15:59 WIB
Pemerintah siapkan hunian baru bagi korban tsunami Banten

Pemerintah bakal merelokasi rumah korban terdampak tsunami Selat Sunda di Banten. Sebanyak 1.800  unit rumah warga korban tsunami rencananya akan direlokasi. Proses relokasi akan dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai pada 5 Januari 2019 mendatang.

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, mengatakan masa rehabilitasi akan langsung dilakukan dengan diawali survei area terlebih dahulu. Selanjutnya, melakukan analisis dampak lingkungan (AMDAL) Baru kemudian dilakukan pembanguan.

“Kami sudah koordinasi dengan gubernur akan dicarikan tempat yang bagus dan aman apabila ada gelombang pasang lagi, sehingga apa yang diharapkan korban bencana ini mendapat hunian yang aman,” kata Hadi didampingi Kapolri Jenderal Tito Karnavian usai doa bersama di Banten pada Kamis, (3/1).

Untuk membangun ribuan rumah bagi para korban tsunami, kata Hadi, pemerintah akan melibatkan prajurit TNI. Tujuannya, agar masa rehabilitasi bisa cepat selesai dan rumah-rumah tersebut bisa segera dihuni oleh warga terdampak tsunami.

“Ketika masuk masa rehabilitas, saya sudah bicara kepada Ibu Bupati kami akan menyiapkan seni kontruksi yang akan membantu pembuatan hunian sementara dan tetap,” kata Panglima.

Adapun saat ini pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten sedang menentukan titik lokasi untuk merelokasi warga terdampak tsunami. Lokasi hunian tersebut rencananya dibangun tidak jauh dari aktivitas ekonomi warga Banten yang umumnya sebagai nelayan.

"Lokasinya memiliki ketinggian tertentu, karena mereka masih khawatir. Tapi tidak jauh dari pantai," kata Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Selain menjanjikan bakal membangun rumah-rumah bagi warga, Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Tito Karnavian, Gubernur Banten Wahidin Halim dan ribuan warga Banten menggelar doa bersama di Masjid Agung As-Salafi Caringin, Labuan, Kabupaten Pandeglang, atas insiden bencana tsunami yang melanda Banten dan Lampung.

Sponsored

Doa bersama itu dipimpin oleh ulama Banten bernama Abuya Muhtadi Dimyati. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPRD Asep Rahmatullah, Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir, dan Kolonel Infantri Windiyatno.

Selain mengikuti kegiatan doa bersama untuk korban tsunami selat sunda, Panglima TNI dan Kapolri meninjau beberapa lokasi pengungsian di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. 

Berdasarkan catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban tewas tsunami Lampung dan Banten mencapai 437 jiwa. Rinciannya, sebanyak 337 jiwa di Banten. Sedangkan sisanya 100 jiwa di Lampung. Kemudian sebanyak 36.923 orang mengungsi meninggalkan rumahnya, sementara sekitar 10 ribu orang mengungsi karena kehilangan rumah.

Sementara evaluasi Badan Meteorologi, Kilamtologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan hasil evaluasi menyatakan peristiwa tsunami terjadi karena dampak dari adanya letusan Gunung Anak Krakatau yang mengakibatkan terpotong sampai 220 meter.

Berita Lainnya