sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemerintah kembali terapkan PSBB ketat di Pulau Jawa dan Bali

Seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Rabu, 06 Jan 2021 14:11 WIB
Pemerintah kembali terapkan PSBB ketat di Pulau Jawa dan Bali
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pemerintah resmi menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat di seluruh provinsi di Jawa dan Bali pada 11 Januari hingga dua minggu ke depan. Kebijakan ini diambil guna menekan penyebaran kasus Covid-19.

"Penerapan pembatasan secara terbatas tersebut dilakukan di Provinsi Jawa dan Bali. Karena seluruh provinsi tersebut memenuhi salah satu dari empat parameter yang ditetapkan," ujar Menko Perekonomian yang juga Ketua KPC-PEN Airlangga Hartarto, saat konfrensi pers dari Istana Negara Jakarta, yang disiarkan secara virtual, Rabu (6/1).

Parameter yang menjadi dasar keputusan itu yakni tingkat kematian di atas rata-rata tingkat kematian nasional sebesar 3%. Kemudian tingkat kesembuhan di bawah nasional sebesar 82%. Selanjutnya, kasus aktif di bawah kasus aktif nasional sebesar 14%, dan keterisian RS untuk tempat tidur isolasi dan ICU di atas 70%.

Airlangga menyebut, wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit telah di atas 70%. Bahkan, daerah itu memiliki kasus aktif di atas rata-rata nasional dan kesembuhan di bawah nasional.

"Penerapan dilakukan secara mikro sesuai arahan presiden. Nanti pemda atau gubernur akan menentukan wilayah yang akan dilakukan pembatasan tersebut," tutur dia.

Pembatasan kegiatan masyarakat ini antara lain membatasi work from office (WFO). WFO hanya menjadi 25% dan work from home (WFH) menjadi 75%. Kedua, kegiatan belajar mengajar masih akan daring. Ketiga, sektor esensial khusus kebutuhan pokok masih akan beroperasi 100% namun dengan protokol kesehatan.

Keempat, dilakukan pembatasan jam buka pusat perbelanjaan alias mal sampai jam 19.00 WIB. Untuk restoran 25% dan pemesanan makanan harus take away dan delivery bisa tetap buka.

Kelima, konstruksi masih tetap berjalan 100% dengan protokol kesehatan ketat dan rumah ibadah dibatasi 50%. Fasilitas umum ditutup sementara dan moda transportasi diatur lebih jauh.

Sponsored
Berita Lainnya