sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pemkab Lebak perpanjang masa tanggap darurat bencana

Salah satu faktornya, masih ada wilayah yang terisolasi.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Rabu, 15 Jan 2020 06:36 WIB
Pemkab Lebak perpanjang masa tanggap darurat bencana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, memperpanjang masa tanggap darurat penanganan banjir bandang dan longsor. Berlaku sejak 14-28 Januari 2020.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi, menyatakan, kebijakan ditempuh karena penanganan belum tuntas. Masih ada wilayah yang terisolasi.

"Kedua, masih banyak pengungsi di lokasi pengungsian. Kemudian, cuaca curah hujan masih tinggi. Persiapan ke pemulihan masih banyak yang harus dilakukan," ucapnya saat dikonfirmasi, kemarin.

Pemkab Lebak sebelumnya menetapkan masa tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama dua pekan. Sejak 1-14 Januari.

Kampung Gunung Julang, Desa Lebak Situ, Kecamatan Lebak Geding. Wilayah yang aksesnya terputus.

Pada perpanjangan masa tanggap darurat, pemkab juga mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) atau mencari rumah sewa. Diperuntukkan bagi korban yang kediamannya rusak dan hanyut terbawa arus.

"Kalau sewa rumah, kan, harus mencari rumah yang disewakan untuk memfasilitasi korban yang sebanyak itu. Untuk huntara, Pemkab Lebak harus menyiapkan lahannya juga," tutur Kaprawi.

Merujuk data BPBD Lebak, sebanyak 1.392 warga masih tinggal di pengungsian. Lantaran rumahnya rusak tertimbun longsor ataupun hanyut terbawa arus.

Sponsored

Kemudian, mengakibatkan 1.110 rumah rusak berat, 230 rumah rusak sedang, dan 309 rumah rusak ringan. Sedangkan yang terbawa arus banjir 1.649 unit hunian.

Tak sekadar itu. Sebanyak sembilan jiwa meninggal dunia, dua orang hilang, satu luka berat, dan 66 luka ringan.

Bencana turut merusak 890,5 hektare sawah, 7,5 hektare ladang hortikultura, dan 10,3 hektare lahan perikanan. Juga infrastruktur mencakup 27 jembatan, lima daerah irigasi, satu kantor kecamatan, dan tiga kantor desa.

Berita Lainnya