sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemkab Sigi siapkan lokasi baru bangun rumah penduduk pascagempa

Pemkab Sigi masih mendata bangunan berupa rumah penduduk yang rusak dan hancur juga infrastruktur.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Senin, 05 Nov 2018 10:46 WIB
Pemkab Sigi siapkan lokasi baru bangun rumah penduduk pascagempa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, tengah menyiapkan lokasi pemukiman baru untuk membangun rumah warga yang menjadi korban gempa dan tsunami. Pembangunan rumah warga akan dilakukan secara bertahap.

“Pemkab Sigi akan menyiapkan lokasi permukiman baru bagi warga yang lokasi permukimannya masuk areal likuifaksi. Lalu rumah-rumah penduduk yang rusak di luar daerah likuifaksi akan dibangun dan direhabilitasi secara bertahap sesuai dengan turunnya anggaran,” kata Asisten II Sekretaris Daerah Pemkab Sigi, Iskandar Nontji di Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Senin, (5/11).

Iskandar mengatakan, dalam masa tanggap darurat transisi pihaknya hingga saat ini masih menyelasaikan pendataan bangunan, termasuk rumah penduduk, yang rusak dan hancur akibat gempa bumi 7,4 SR pada 28 September 2018. Juga fasilitas umum yang terdampak bencana alam di seluruh wilayah Kabupaten Sigi.

Di Kabupaten Sigi, kata Iskandar, cukup banyak bangunan rusak akibat gempa bumi. Ia belum bisa merinci seluruh bangunan itu karena masih dalam pendataan. Adapun data sementara pihaknya sudah mengantonginya. Namun demikian, masih perlu validasi lagi karena tidak menutup kemungkinan masih ada bangunan rusak yang belum terdata.

Sponsored

Menurut Iskandar, ada 13 kecamatan di Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi dan kerusakan di wilayah itu. Rata-rata bangunan terdampak gempa tersebut kondisinya rusak parah. Meski begitu, kerusakan terparah berada di Kecamatan Sigibiromaru, Tanambulava, Dolo, Kulawi, dan Lindu.

Selain banyak bangunan yang rusak dan hancur, ada pula infarstruktur terdampak antara lain jalan, jembatan, listrik, telekomunikasi, jaringan irigasi, air bersih, sarana ibadah, pendidikan, dana kesehatan. Sementara korban jiwa diketahui dan luka-luka diketahui mencapai ratusan orang.

Dia juga mengakui hingga saat ini masih ada wilayah yang aliran listriknya belum normal, seperti di Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan. PLN pun hingga saat ini masih bekerja keras menormalkan kembali penerangan listrik di wilayah tersebut.

Berita Lainnya