Pemkot Bogor butuh Rp15 miliar pemulihan bencana puting beliung

Dana tersebut diperlukan untuk memperbaiki rumah warga dan infrastruktur lain yang mengalami kerusakan.

Pemkot Bogor butuh Rp15 miliar pemulihan bencana puting beliung
Warga menyelamatkan sisa barang didalam bangunan yang rusak akibat angin puting beliung di Kota Bogor , Jawa Barat, (7/12)./ Antara Foto

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyatakan, kebutuhan anggaran untuk pemulihan pascabencana puting beliung di wilayah tersebut, mencapai Rp15 miliar. Dana tersebut diperlukan untuk memperbaiki rumah warga dan infrastruktur lain yang mengalami kerusakan.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyatakan, Pemkot Bogor telah mengirimkan surat permohonan bantuan, dengan nilai nominal tersebut, kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).

"Total kita kalkulasikan kebutuhan minimal untuk perbaikan sekitar Rp15 miliar. Kita ajukan kepada provinsi," kata Bima usai meninjau dapur umum di Batu Tulis, Bogor, Sabtu (8/12).

Dia mengaku belum dapat memastikan nilai bantuan yang akan dianggarkan pemerintah provinsi. Adapun anggaran penanganan bencana di APBD tercantum sebesar Rp5 miliar.

Menurut Bima, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah berjanji akan memproses permohonan bantuan tersebut. Namun meski mengajukan Rp15 miliar, Bima memahami realisasinya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan Pemprov Jabar.

Menurutnya, dana tersebut diperlukan untuk memperbaiki rumah warga terdampak bencana yang terjadi pada Kamis (6/12) sore. Bima pun mengaku kaget mengetahui jumlahnya yang mencapai 1.697 unit.

"Data terakhir saya agak terkejut ketika melakukan rekapitulasi pendataan, 1.696 rumah dengan kategori 40 persen rusak berat, sisanya menengah dan ringan," katanya.

Sambil menunggu bantuan dari Pemprov Jabar, Bima menyebut pihaknya telah menurunkan bantuan natura dan makanan. Pemkot Bogor juga membuka saluran donasi dari warga melalui Dinas Sosial (Dinsos). 

"Dapur umum juga mulai bekerja melayani kebutuhan makanan warga, dan relawan," kata Bima.

Dari pengecekan di lapangan, dia menyebut kebutuhan terbesar warga saat ini adalah terpal, untuk menutupi sementara rumah-rumah warga sebelum perbaikan dimulai. "Kami membuka ruang bagi warga Bogor yang ingin menyalurkan bantuan terutama terpal," kata Bima. (Ant)


Berita Terkait

Kolom

Infografis