sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov Banten belum tentukan tempat tes massal Covid-19

Pemprov Banten, baru tentukan tempat setelah alat tes Covid-19 tersedia.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Senin, 23 Mar 2020 11:30 WIB
 Pemprov Banten belum tentukan tempat tes massal Covid-19
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 534.266
Dirawat 66.752
Meninggal 16.825
Sembuh 445.793

Pemprov Banten belum menentukan lokasi rapid test atau tes massal virus corona atau Covid-19. Sebab, hingga kini alat tes belum diberikan oleh pemerintah pusat belum juga sampai. Nanti, setelah, peralatan datang Pemprov Banten langsung menentukan lokasi tes massal. 

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Banten, Ati Pramudji mengungkapkan, pihaknya belum menentukan karena masih menunggu dari pemerintah pusat. "Rapid test kami belum tukan tempat. Masih menunggu dari pusat, berapa sih yang dikasih pada provinsi," kata Ati Pramudji, Senin (23/3).

Ati mengungkapkan, hingga kini belum mengetahui kapan akan dilaksanakan tes covid-19 secara massal. Menurutnya,  pemerintah sedang berupaya melakukan pencegahan penularan virus yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

"Tentu tidak berbayar dong. Kan itu gratis, dari pemerintah pusat. Belum ada informasi akan dikirim. Kami, disuruh menunggu saja karena pusat sedang memesan," ujar dia.

Ati menyempaikan, Pemprov Banten telah menganggarkan dana untuk pembelian peralatan untuk tes Covid-19 secara massal. Namun, ketersedian peralatan untuk menunjang pengecekan tidak tersedia lantaran sudah dipesan oleh pemerintah pusat.

"Sebenarnya, kami akan membeli dan sudah menganggarkan rapid tes ini. Tapi ketersedian barangnya tidak ada. Penyedia semua lagi konsen menyediakan pesanan pemerintah pusat," tuturnya.

Untuk diketahui, jumlah warga Banten yang terinfeksi virus corona terus bertambah. Mengacu kepada data yang dimiliki pemerintah pusat, ada 43 warga Banten yang dinyatakan positif corona dan empat dinataranya meninggal dunia. 

Kemudian, tercatat ada sebanyak 602 orang dalam pengawasan (ODP) dan 125 pasien dalam pengawasan (PDP) di Banten. Mayoritas merupakan berasal dari Tangerang Raya.

Sponsored
Berita Lainnya