sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov DKI tak persoalkan pelajar ikut aksi tolak UU Cipta Kerja

Sekitar 60% dari 1.192 demonstran penolak beleid omnibus law yang diamankan polisi disebut berstatus siswa.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 15 Okt 2020 11:46 WIB
Pemprov DKI tak persoalkan pelajar ikut aksi tolak UU Cipta Kerja
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 406.945
Dirawat 58.868
Meninggal 13.782
Sembuh 334.295

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta enggan mempersoalkan keterlibatan pelajar dalam aksi tolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker), 8 dan 13 Oktober 2020. Bagi Dinas Pendidikan (Disdik), yang terpenting pembelajaran jarak jauh (PJJ) berjalan baik dan mereka tetap mengikutinya.

"Yang dilakukan Disdik memastikan pembelajaran daring dilaksanakan dengan baik," kata Kepala Disdik Jakarta, Nahdiana, Kamis (14/10).

Meski demikian, dia menerangkan, Disdik tetap berupaya menghalau para pelajar turun aksi menolak beleid sapu jagat (omnibus law). Upaya itu dengan mendorong orang tua/wali murid mengingatkan anak-anaknya tidak meninggalkan PJJ demi unjuk rasa.

"Komunikasi  ke orang tua untuk anak-anak melaksanakan pembelajaran dengan baik," jelasnya.

Pihak sekolah, sambung Nahdiana, juga telah mengimbau siswan tidak meninggalkan kewajiban sebagai pelajar. Apalagi, reli di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19) sangat berisiko.

"Pastikan peserta didik mengikuti pembelajaran dari rumah, di mana di masa pandemi ini keselamatan dan kesehatan anak lebih diutamakan," tuturnya. 

Kepolisian menangkap sekitar 1.192 demonstran penolak UU Ciptaker di Ibu Kota, beberapa hari terakhir. Sebanyak 60% di antaranya disebut berstatus pelajar.

"Lebih dari 60% (demonstran yang ditangkap polisi) ternyata usianya di bawah 19 tahun atau statusnya pelajar, bukan mahasiswa atau buruh," ucap Wakil Gubernur Jakarta, Ahmad Riza Patria.

Sponsored

Politikus Partai Gerindra ini, salah satu kelompok yang menyetujui UU Ciptaker, lantas meminta para pelajar tidak ikut melakukan demonstrasi menolak regulasi sarat polemik tersebut. Menurutnya, sebaiknya menyelesaikan tugas sebagai siswa.

"Kami minta adik-adik yang saya cintai tidak usah ikut-ikut. Kalau tidak mengetahui harus hati-hati, nanti berbahaya. Kalau di jalan nanti ada kerusuhan, ada keramaian, tawuran, perkelahian, nanti kena batu dan sebagainya," urai AZ, sapaan Riza.

Berita Lainnya