sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov DKI terapkan PSBB total mulai 14-27 September 2020

Anies menegaskan, PSBB total dilakukan karena peningkatan kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan yang signifikan.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Minggu, 13 Sep 2020 16:25 WIB
Pemprov DKI terapkan PSBB total mulai 14-27 September 2020
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 291182
Dirawat 61839
Meninggal 10856
Sembuh 218487

Pemprov DKI terapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total di Jakarta selama dua pekan. Kebijakan tersebut mulai berlaku sejak 14 hingga 27 September 2020. 

"Dalam masa PSBB yang berlaku sejak 10 April 2020, dan saat ini Jakarta masih berstatus PSBB sesuai dengan Permenkes bahwa PSBB itu berlaku dua mingguan dan dapat diperpanjang," kata Gubenur DKI, Anies Baswedan dalam konferensi persnya di Jakarta, Minggu (13/9). 

Anies menegaskan, keputusan PSBB total dilakukan karena peningkatan kasus Covid-19 terus mengalami lonjakan yang signifikan. 

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) itu menyebut, sepanjang Agustus 2020 lalu, pertambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 7.960 kasus. Kata dia, hingga 12 September kemarin, bahkan pertambahannya mencapai 49% dibanding periode Agustus 2020. 

"Pada 30 Agustus kasus aktif di Jakarta 7.960, pada saat itu kami saksikan Agustus kasus aktif menurun, tapi setelah 12 hari pertama di September, bertambah 3.864 kasus, atau sekitar 49% dibanding akhir Agusutus 2020," ujar Anies. 

Melihat pertambahan kasus yang terjadi selama 12 hari di September 2020, Anies mengaku, merasa perlu kembali melakukan pengetatan terhadap sejumlah aktivitas masyarakat di semua sektor. 

Menurutnya, hal itu bertujuan agar pertambahan kasus di Jakarta dapat terkendali. "Kami merasa perlu melakukan pengetatan agar pertambahan kasus di Jakarta bisa terkendali, karena bila ini tidak terkendali, maka dampak ekonomi, sosial budaya akan jadi sangat besar," katanya. 

Anies menuturkan, bahwa terdapat lima faktor dalam pembatasan yang dilakukan PSBB total kali ini. Pertama pembatasan aktivitas sosial, ekonomi, keagamaan, budaya, pendidikan, kedua; pengendalian mobilitas, ketiga; terencana isolasi yang terkendali, keempat; pemenuhan kebutuhan pokok dan kelima; penegakan sanksi PSBB total. 

Sponsored

Di samping itu, Anies juga menyarankan, agar selama masa PSBB total berlangsung, masyarakat dapat kembali dan tetap beraktivitas di rumah. 

"Sebisa mungkin tetap berada di rumah dianjurkan untuk tidak berpergian kecuali untuk kebutuhan yang mendesak, kecuali untuk aktivitas usaha esensial yang memang diperbolehkan," ujar dia.

Berita Lainnya

, : WIB

, : WIB

, : WIB