sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pemprov Jateng salurkan kit Jogo Tonggo ke 8.562 desa

Terdapat 5.403 kasus positif Covid-19 di Jateng hingga 11 Juli, pukul 12.00.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Minggu, 12 Jul 2020 15:23 WIB
Pemprov Jateng salurkan kit Jogo Tonggo ke 8.562 desa
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 127083
Dirawat 39082
Meninggal 5765
Sembuh 82236

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) telah menyalurkan paket bantuan Program Joko Tonggo ke 8.562 desa/kelurahan di 35 daerah guna penanganan coronavirus baru (Covid-19). Disalurkan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten/kota.

"Setiap paket Jogo Tonggo nilainya sekitar Rp8 juta dari biaya tak terduga (BTT) provinsi," ucap Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. "Tujuannya sebagai stimulan bagi desa dan kelurahan untuk mengurangi penularan Covid-19 di tingkat perdesaan."

Setiap paket berisi 10 set alat pelindung diri (APD) sipil, 10 pasang sepatu bot, 10 pasang sarung tangan, satu unit penyemprot otomatis, 1.000 lembar masker kain, 50 liter pembersih tangan (hand sanitizer), 30 liter disinfektan, pengukur suhu (thermogun), modul, dan sebuah tas.

Diharapkan pemerintah desa (pemdes) atau kelurahan melakukan pengadaan serupa secara mandiri. Pun demikian bagi pengusaha atau donatur yang ingin memberikan bantuan sama.

Dirinya menerangkan, kit tersebut hanya salah satu aspek untuk mendukung Satuan Tugas (Satgas) Jogo Tonggo. "Ada pula tugas yang diberikan kepada Satgas Jogo Tonggo, yakni memberikan penyuluhan/edukasi kepada warga tentang cara hidup sehat dan upaya pemutusan penularan Covid-19," jelasnya. 

"Mereka juga bertugas mengelompokkan warga berisiko tinggi tertular, misal mereka yang tua, punya penyakit bawaan," imbuh Yulianto, menukil situs web Pemprov Jateng.

Sementara itu, Kepala Desa Kendengsidialit, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Kahono Wibowo, menilai, Program Jogo Tonggo efektif untuk mencegah Covid-19. "Alhamdulillah, di desa kami masih nol kasus," katanya.

Sejumlah kegiatan dilakukan di Desa Kendengsidialit untuk meminimalisasi risiko penularan SARS-CoV-2. Mendirikan rumah isolasi dan pos penjagaan masuk desa, misalnya. "Kami cek suhu tubuh dan mendata warga yang masuk keluar," tutupnya.

Sponsored

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 5.403 kasus positif Covid-19 di Jateng hingga 11 Juli, pukul 12.00. Sebanyak 1.905 pasien dinyatakan sembuh, 235 meninggal dunia, dan sisanya masih menjalani perawatan.

Berita Lainnya