sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penanganan Covid-19 jadi perhatian investor

Pemerintah harus tanggap dalam menangani Covid-19. Sebab, bisa membangun kepercayaan investor.

Achmad Rizki
Achmad Rizki Senin, 30 Mar 2020 06:04 WIB
Penanganan Covid-19 jadi perhatian investor

Pemerintah harus bisa membangun kepercayaan investor disaat penyebaran virus SARS-CoV-2. Ekonom senior lembaga kajian ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri menilai, bahwa penanganan wabah Covid-19 oleh pemerintah menjadi perhatian investor.

"Investor dan pasar akan bereaksi positif, jika pemerintah dinilai mampu menghadapi tantangan Covid-19. Bagaimana, kita sigap, bisa dilihat dari kinerja pasar keuangan," ujar Faisal Basri melalui siaran di akun instagram Indef, Jumat (27/3).

Maka itu, lanjut dia, pemerintah harus dapat membangun kepercayaan investor.  Sebab ini, menjadi modal untuk menjaga stabilitas pasar keuangan di dalam negeri. "Bangun kepercayaan investor sehingga asing tidak keluar," ucapnya.

Bank Indonesia (BI), mencatat total aliran modal asing keluar dari Indonesia hingga Maret tahun 2020 mencapai Rp125,2 triliun, ini sebagai imbas menghadapi penyebaran Covid-19.

Tidak hanya kepercayaan investor asing, lanjut dia, kepercayaan investor lokal juga harus dibangun agar pasar keuangan nasional menjadi seimbang. "Indeks harga saham gabungan (IHSG) mulai naik, investor asing mulai mencatatkan beli. Namun, lokal melepas, artinya belum ada kepercayaan dari lokal. Jadi, selain merawat asing, jaga kepercayaan lokal," ujarnya.

Terlepas hal itu, Faisal Basri menyatakan, yang paling penting saat ini adalah mendorong masyarakat untuk disiplin agar tetap berada di dalam rumah. "Sensitivitas masyarakat dan solidaritas tinggi menjadi modal penting menangani Covid-19. Sebab, jumlah dokter dan APD (alat pelindung diri) kita terbatas," ujar Faisal Basri.

Ia mengemukakan, Indonesia harus dapat membentuk kurva secara landai. Artinya, tingkat pasien positif Covid-19 jangan sampai melebihi kapasitas rumah sakit rujukan.

Maka dari itu, lanjut dia, penting untuk menekan laju penambahan kasus baru sehingga tidak melebihi kapasitas rumah sakit, agar dapat ditangani oleh tenaga medis. "Kami, harapkan kurva serendah mungkin. Jangan, biarkan pemerintah berjalan sendiri menangani Covid-19," ucapnya. (Ant).

Sponsored
Berita Lainnya