sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penangkapan Nurhadi diwarnai dengan pendobrakan pintu

Selain menangkap dua tersangka, tim KPK juga membawa barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersebut.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Selasa, 02 Jun 2020 11:21 WIB
Penangkapan Nurhadi diwarnai dengan pendobrakan pintu
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 80094
Dirawat 37247
Meninggal 3797
Sembuh 39050

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat mendapatkan perlawanan saat hendak menangkap mantan Sekretaris Mahmakah Agung (MA) Nurhadi (NHD) dan menantunya Rezky Herbiyono (RH) di salah satu rumah di Jakarta Selatan, Senin (1/6) malam.

"Iya pintu tidak dibuka, KPK koordinasi dengan RT setempat untuk buka paksa agar disaksikan baru kemudian dibuka paksa," ungkap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (2/6).

Selain menangkap dua tersangka, tim KPK juga membawa barang bukti hasil penggeledahan di rumah tersebut.

"KPK langsung melakukan penggeledahan dan membawa barang-barang yang ada kaitannya dengan perkara, sampai saat ini masih diperiksa," ungkap Ghufron.

Saat ini, dua tersangka tersebut telah dibawa ke gedung KPK, Jakarta untuk diperiksa intensif.

Sementara Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mengklaim telah lama mengetahui keberadaan mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi.

“Mengenai lokasi penangkapan, hanya bisa memberikan gambaran bahwa pertengahan puasa, kami telah memberikan informasi keberadaan properti yang diduga ditempati menantunya di daerah Simprug (Jakarta Selatan),” tutur Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Ia pun mengaku turut membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan memberikan informasi yang diperolehnya dari empat kluster informan. Namun, tanpa ikut mencampuri teknis pelaksanaan penangkapan buron.

Sponsored

“Penghubung KPK pernah menjanjikan berusaha menangkap Nurhadi pada momen Lebaran dan ini terbukti tidak jauh dari Lebaran. Mungkin hal ini berdasarkan analisa saat Lebaran ada kecerobohan Nurhadi,” ucapnya.

Boyamin mengapresiasi KPK lantaran telah menangkap buron Nurhadi dan Rezky Herbiyono di tengah pandemi coronavirus baru (Covid-19).

Sebelumnya, KPK menangkap mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono di kawasan Jakarta Selatan pada Senin (1/6) malam. KPK juga mengamankan istri Nurhadi, Tin Zuraida.

KPK turut pula membawa sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut. Namun, belum dijelaskan rincian barang bukti apa saja yang diamankan.

Nurhadi, menantunya Rezky, dan Herbiyono Direktur Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi penanganan perkara. Ketiganya telah ditetapkan dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) pada Kamis (13/2). (Ant)

Berita Lainnya