sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penembakan Kabinda Papua, isu HAM dinilai hambat upaya tumpas KKB

Pernyataan Komnas HAM soal kelompok bersenjata di Papua tak termasuk kategori teroris dipersoalkan.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Senin, 26 Apr 2021 11:07 WIB
Penembakan Kabinda Papua, isu HAM dinilai hambat upaya tumpas KKB

Pemerintah diminta hadir secara tegas mengatasi kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, menyoroti kasus penembakan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua, Brigjen I Gusti Putu Danny Nugraha, oleh KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Minggu (25/4).

"Sudah waktunya negara ini bertangan besi secara terukur untuk melakukan revolusi mental. Kaum beracun (merujuk pada KKB) di tengah bangsa ini sudah menjadi parasit, numpang hidup tapi tiada henti berusaha mematikan induknya. Bangsa ini sudah terlalu lama dibuat rusuh oleh manusia yang berjumlah sedikit, tapi berisiknya melebihi jumlah penduduknya," kata Islah dalam keterangannya, Senin (26/4).

Islah menilai, upaya pemerintah melalui TNI dan Polri menumpas KKB dilemahkan isu hak asasi manusia (HAM) di Papua. Pasalnya, HAM tidak pernah berlaku bagi kekejaman KKB di Papua.

"Bangsa ini terlalu gaduh oleh mereka yang `bermulut besar` tapi merasa paling agamais, paling aktivis dan paling idealis. Juga dipenuhi oleh mereka yang mengaku pejuang keadilan tapi suaranya selalu sarat oleh kepentingan," ujar Islah.

Dia pun mempertanyakan suara para aktivis HAM dalam kasus pembunuhan petani kopi, guru dan pendeta oleh KKB beberapa waktu lalu. "Ketika gerombolan teroris Ali Kalora membunuh petani kopi, separatis bersenjata di Papua membunuh tenaga pendidik dan pendeta, kemanakah mereka yang mengaku pejuang HAM itu?," katanya.

Islah khawatir isu HAM yang getol diperjuangkan aktivis HAM membuat kelompok separatis di Papua leluasa memasok senjata dan dana dari luar negeri. Terutama dari negara-negara yang diduga ingin menjadikan Papua sebagai negara merdeka.

"Alih-alih menghujat mereka, Komnas HAM tidak berapa lama malah mengeluarkan pernyataan bahwa kelompok bersenjata di Papua tidak termasuk kategori teroris," kata dia.

Kabinda Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK tewas setelah terlibat baku tembak dengan KKB. Juru bicara BIN, Wawan Purwanto, mengatakan, insiden terjadi ketika Satuan Tugas (Satgas) BIN dan Satgas TNI-Polri tengah berpatroli menuju Desa Dambet, Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua. Sekitar pukul 15.50 WIT, satgas diadang KKB.

Sponsored

"Hal itu dilakukan dalam rangka observasi lapangan dan pengejaran Bersama Pasukan TNI-Polri untuk pemulihan keamanan di sekitar SDN Dambet dan Honai milik Kepala Suku Distrik Beoga," katanya dalam keterangan resminya, Senin (26/4).

Aksi baku tembak pun tak terhindarkan di sekitar gereja Desa Dambet. Akibat kontak senjata tersebut, Putu Danny tertembak di bagian belakang kepala hingga tembus ke depan.

Berita Lainnya

Pemkot Kediri upayakan tambah ambulans

Sabtu, 10 Jul 2021 18:32 WIB

Penampakan Redmi K50 terkuak

Selasa, 27 Jul 2021 11:14 WIB