sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Politikus Demokrat: Pengaktifan kembali Tim Pemburu Koruptor masih relevan

Mengingat tindak pidana korupsi di Tanah Air masih menjadi penyakit yang belum dapat disembuhkan.

Fadli Mubarok
Fadli Mubarok Senin, 13 Jul 2020 12:10 WIB
Politikus Demokrat: Pengaktifan kembali Tim Pemburu Koruptor masih relevan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 115056
Dirawat 37618
Meninggal 5388
Sembuh 72050

Pemerintah berencana mengaktifkan Tim Pemburu Koruptor (TPK). Hal tersebut sebagaimana disampaikan Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, beberapa waktu lalu dalam siaran video.

Berkaitan dengan itu, anggota Komisi III DPR Didik Mukrianto, mendukung rencana pemerintah tersebut. Bagi dia, opsi mengaktifkan TPK sangat relevan, mengingat tindak pidana korupsi di Tanah Air masih menjadi penyakit yang belum dapat disembuhkan.

"Saya pikir mengaktifkan kembali Tim Pemburu Koruptor masih sangat relevan dan dibutuhkan sebagai salah satu upaya mengoptimalkan pemberantasan korupsi. Apalagi saat ekonomi sedang tertekan, dan kesejahteraan rakyat sedang menghadapi persoalan seperti sekarang ini. Sementara uang negara dinikmati para koruptor, rasanya akan lebih optimal apabila upaya pemberantasan korupsi difokuskan. Salah satunya untuk memburu para koruptor," papar Didik kepada media, Senin (13/7).

TPK diperlukan lantaran semakin banyak koruptor yang bebas ke luar masuk Indonesia dalam konteks melarikan diri dan membawa kabur uang negara. Hal ini akan berpotensi kepada praktik korupsi yang lebih besar lagi dan dapat mencoreng citra negara.

Oleh sebab itu, politikus Demokrat ini mendorong agar pemerintah dan aparat penegak hukum melakukan upaya yang luar biasa, bukan business as usual saja. Apalagi perang melawan korupsi, tidak boleh berhenti.

"Aparat tidak boleh menyerah terhadap koruptor. Negara juga tidak boleh kalah dengan koruptor. Apalagi beberapa koruptor dengan status buron bebas berkeliaran, dan bahkan mengelabui serta memperdaya pemerintah dan negara. Sungguh memalukan dan mengenaskan," tegas Didik.

Oleh karena itu, Didik berharap anggota TPK merupakan orang-orang yang memiliki integritas tinggi.

"Pastikan rekam jejaknya baik dan tidak tercela, agar terhindar dari berbagai tekanan, godaan dan rayuan dan koruptor yang berpotensi bisa memengaruhi dan mengendalikan anggora tim," sambungnya.

Sponsored

Sebelumnya, Mahfud MD telah menggaungkan rencana pengaktifan kembali TPK. Mahfud mengaku, rencana tersebut didasari atas kasus cessie Bank Bali, di mana negara telah direpotkan oleh satu tersangka yang menjadi buron sejak lama, yakni Djoko Tjandra.

TPK sempat dibentuk namun sudah tidak aktif lagi. Anggota TPK akan berasal dari unsur pimpinan Polri, pimpinan Kejaksaan Agung (Kejagung), pimpinan Kemenkumham yang dikoordinir oleh Kemenko Polhukam.

Berita Lainnya