logo alinea.id logo alinea.id

Pengakuan Fahri Hamzah yang merasa iba pada Ratna Sarumpaet 

Menurut Fahri, kasus hoaks yang menjerat Ratna Sarumpaet sudah selesai.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Selasa, 07 Mei 2019 11:56 WIB
Pengakuan Fahri Hamzah yang merasa iba pada Ratna Sarumpaet 

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fahri Hamzah, mengaku iba ketika dirinya mengetahui kabar penganiayaan Ratna Sarumpaet pada 2 Oktober 2018. Karena itu, Fahri lekas menginstruksikan petugas kepolisian untuk menindak pelaku saat mendapat kabar tersebut.

“Tanggal 2 Oktober 2018 memang saya pernah kontak beliau (Ratna Sarumpaet), tapi tidak ada jawaban. Tetapi karena media menanyakan penganiayaan Ratna, saya agak keras juga reaksinya untuk meminta aparat agar melakukan tindakan,” kata Fahri saat bersaksi untuk kasus Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

Fahri menambahkan, pada 3 Oktober 2018 dirinya kembali menghubungi Ratna. Di ujung telepon, Fahri mendapati keterangan dari Ratna yang malah meminta maaf kepada dirinya. “Saya akan akhiri ini, dan sebentar lagi saya akan konpers' seperti itu,” ucap Fahri menirukan pernyataan Ratna yang disampaikan lewat telepon itu.

Meski telah dibohongi, Fahri tetap mengapresiasi sikap yang diambil Ratna. Sebab, kata dia, mengaku telah berbohong itu tidaklah mudah. Menurutnya, itu merupakan hal yang luar biasa dan tidak semua orang dapat melakukan demikian.

Fahri menilai, perkara kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet tidak perlu berlarut-larut bahkan hingga sejauh ini. Pasalnya, pengakuan yang dinyatakan aktivis kemanusiaan pada 3 Oktober 2018 ini dianggap Fahri sudah selesai.

"Pengakuan itu bukan sesuatu yang ringan. Saya rasa itu suatu hal yang luar biasa. Saya menganggap peristiwa ini hanya dua hari, ketika beliau sudah mengaku, saya rasa sudah selesai," ujar Fahri.

Seperti diketahui, kasus penyebaran berita bohong atau hoaks yang dilakukan Ratna Sarumpaet bermula dari beredarnya foto Ratna dalam keadaan penuh lebam di wajahnya. Foto tersebut kemudian tersebar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat. 

Belakangan, polisi yang melakukan penyelidikan mendapati informasi itu tidaklah benar atau hoaks. Setelah diperiksa, Ratna mengakui wajahnya lebam karena menjalani operasi plastik. Ratna sempat ingin melarikan diri, tapi gagal karena ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis malam, 4 Oktober 2018. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.

Sponsored

Akibat perbuatannya, Ratna didakwa melanggar Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).