sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Pengamat imbau agar penanganan Covid-19 gunakan narasi utuh

Saat ini pemerinta gunakan narasi tunggal dan menyebabkan bermunculan letupan-letupan pesan tidak terduga dari suatu kementerian.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Kamis, 16 Apr 2020 11:34 WIB
Pengamat imbau agar penanganan Covid-19 gunakan narasi utuh

Narasi tunggal dinilai kurang efektif dalam pencegahan dan penanganan dampak coronavirus baru (Covid-19) di Indonesia.

Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner Emrus Sihomibing mengungkapkan, narasi tunggal pemerintah menyebabkan bermunculan letupan-letupan pesan tidak terduga dari suatu kementerian. Sebab, masing-masing kementerian memiliki kekhasan.

Narasi tunggal juga bisa berpotensi menimbulkan komunikasi parsial kementerian tertentu yang berlangsung tanpa dukungan dari kementerian lain. Imbasnya, manajemen komunikasi publik pemerintah terkesan berjalan sendiri-sendiri.

“Dengan narasi tunggal, terbuka lebar benturan antar narasi di ruang publik, seperti terjadi antara Kementerian Kesehatan dengan Kementerian Perhubungan terkait dengan transportasi online,” ucapnya, dalam keterangan tertulis, Kamis (6/4).

Jika tetap dipaksakan menggunakan narasi tunggal, Emrus curiga terkait kepentingan di baliknya. Sebab, model narasi tunggal acapkali dipraktekkan negara otoriter yang mengabaikan hakekat manusia yang kreatif dan dinamis.

Menurutnya, narasi tunggal ini menempatkan manusia sebagai objek komunikasi yang bisa diarahkan dan dikendalikan.  Bahkan, turut mematikan narasi alternatif terkait ide gagasan baru yang bisa jadi lebih efektif dalam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19.

Emrus menilai, strategi komunikasi dengan narasi utuh lebih efektif dalam pencegahan dan penanganan dampak Covid-19 daripada narasi tunggal.

Narasi utuh, kata dia, mengandung dua sisi yang saling melengkapi satu sama lain. Pertama, narasi utuh bersifat unik. Setiap kementerian bisa menyampaikan berbagai pesannya secara spesifik, dengan rincian uraian teknis mendalam, serta adanya pengulangan agar masyarakat bisa mengadopsi secara tepat.

Sponsored

Kedua, narasi utuh bersifat integratif antara kementerian satu dengan yang lain.  Untuk penanggungjawab komunikasi penanganan Covid-19 harus proaktif dalam koordinasi, membangun sinergi, serta kolaborasi antara kementerian dengan tempo sesingkat-singkatnya. Dengan demikian, interaksi narasi spesifik dan narasi integratif sebagai komponen narasi utuh harus dikelola dengan profesional dalam suatu strategi manajemen komunikasi yang terukur.

Seperti diketahui, narasi penanganan Covid-19 di pemerintah pusat terbagi dalam penanganan secara medis oleh Kementerian Kesehatan dan nonmedis yang terkosentrasi di kantor Staf Presiden melalui juru bicara Covid-19. Sementara narasi tunggal di pemerintah daerah dikoordinasikan lewat pemerintah provinsi, kota, dan kabupaten. 

Berita Lainnya