sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polisi sebut pengungkapan kasus Novel Baswedan tinggal tunggu waktu

Selain kasus Novel, Polisi berjanji akan menelusuri dan mengungkap kasus teror kepada dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Senin, 04 Nov 2019 16:56 WIB
Polisi sebut pengungkapan kasus Novel Baswedan tinggal tunggu waktu

Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Pol M Iqbal, mengklaim pengungkapan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tinggal menunggu waktu. 

Namun demikian, dia meminta kepada publik agar dapat sedikit bersabar menunggu hasil kinerja tim teknis lapangan bentukan mantan Kapolri, Jenderal Pol Tito Karnavian, rampung melakukan penyelidikan. Dia meyakini perkembangan signifikan dari hasil kerja tim teknis lapangan dapat di pertanggungjawabkan.

“Kalau misalnya Kepala Divisi Humas Polri sudah diperintahkan oleh Pak Kapolri menyampaikan ada narasi signifikan, teman-teman harus paham. Signifikan itu ada hal-hal yang secara projustisia kami dapat dipertanggungjawabkan,” kata Iqbal di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin (4/11).

Iqbal menerangkan, cara kerja tim teknis lapangan berbeda dengan tim gabungan pencari fakta (TGPF). Tim teknis lapangan bekerja secara tertutup untuk menelusuri lebih dalam hasil temuan TGPF sebelumnya.

“Kita melakukan teknik-teknik kepolisian yang spesifik under cover by dan sebagainya. Kalau kita buka ke publik, kita bisa saja kembali ke nol,” ucap Iqbal.

Selain kasus Novel, Iqbal memastikan pihaknya akan menelusuri dan mengungkap kasus teror terhadap dua pimpinan KPK yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarief. Proses penelusuran kasus teror itu dilakukan secara paralel dengan penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Tim teknis juga beberapa penyidik Polda Metro Jaya dan tim gabungan sudah maju ke depan untuk mengungkap kasus-kasus teror yang ditimpa oleh beberapa pimpinan KPK dan beberapa penyidik KPK tersebut," ujar Iqbal.

Terpisah, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, mengatakan tetap berkomitmen untuk mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Namun, dirinya terlebih dahulu akan menunjuk Kabareskrim baru guna memimpin tim teknis lapangan tersebut. 

Sponsored

"Saya tetap berkomitmen seperti juga setelah fit and proper test dan waktu di Paripurna saya pernah mengatakan secepatnya nanti saya akan memilih Kabareskrim," tuturnya.

Proses penjaringan Kabareskrim itu dilakukan melalui Dewan Kebijaksanaan Tertinggi (Wanjakti) yang dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Ari Dono. Dia memastikan, akan mencari perwira terbaik guna menakhodai Bareskrim dan tim teknis lapangan.

"Nanti kita akan cari perwira yang terbaik, tapi komitmennya adalah secepatnya kalau sudah itu kita akan mengungkap baik kasus Novel maupun kasus-kasus yang menjadi atensi yang terjadi di KPK," kata Idham.