sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Pengungsi Wamena harus diutamakan

KomnasHAM mencatat ada berasan ribu warga mengungsi karena kerusuhan di Wamena.

Fadli Mubarok Akbar Ridwan
Fadli Mubarok | Akbar Ridwan Senin, 30 Sep 2019 18:13 WIB
Pengungsi Wamena harus diutamakan

Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (KomnasHAM) Mohammad Choirul Anam meminta agar pemerintah fokus menangani kebutuhan ribuan pengungsi Wamena. Menurut Choirul, para pengungsi saat ini sangat membutuhkan obat-obatan dan makanan. 

"Kalau enggak, (pengungsi) itu akan menjadi persoalan berikutnya," ujar Choirul dalam konferensi pers di kantor KomnasHAM, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/9). 

Belasan ribu warga yang mengungsi karena pascaperistiwa pembakaran kios dan rumah warga di Wamena, Jayawijaya, Papua, beberapa hari lalu. Sebanyak 31 orang meninggal dan 43 lainnya masih dirawat di rumah sakit karena peristiwa tersebut.

Tercatat, sekitar 5.000 pengungsi berada di Polres Wamena, 2.700 di Kodim Wamena, dan ada sekitar 500 orang mengungsi di bandara Wamena. Ribuan lainnya mengungsi ke luar dari Wamena karena khawatir kerusuhan bakal terjadi lagi. 

Choirul mengatakan, kebutuhan para pengungsi harus diutamakan karena kerusuhan terjadi dengan sangat cepat. Walhasil, banyak pengungsi yang tidak sempat 'membekali' diri dengan uang dan makanan saat meninggalkan rumah mereka. 

Lebih jauh, Choirul meminta agar semua pihak melihat konflik Wamena sebagai persoalan nasional. Ia berharap tidak ada dikotomi korban dengan penyebutan masyarakat asli Papua dan pendatang. 

"Dan upaya pemulihan pascakonflik jauh lebih mudah kalau kita 
meletakkan semua tragedi ini adalah tragedi kita semua. Bukan tragedi orang-orang pendatang semata," ujar dia.

Ketua KomnasHAM Ahmad Taufan Damanik mengatakan, lembaganya mengutuk kekerasan dan kerusuhan yang terjadi di Wamena. Menurut dia, peristiwa itu jauh lebih kompleks ketimbang yang digambarkan lewat di media massa selama ini. 

Sponsored

Karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri dan tidak berkomentar sembarangan menanggapi peristiwa tersebut. "Sebaiknya semua pihak menahan diri untuk tidak menyebarluaskan berita analisis yang tidak mendasar," ujar dia.

Komisioner KomnasHAM Amiruddin sepakat gejolak di Papua perlu didinginkan. Namun, ia juga meminta agar polisi tetap tegas menindak perusuh dan kelompok-kelompok masyarakat yang melanggar hukum.

Wamena mulai kondusif 

Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan situasi di Wamena sudah mulai kondusif. Namun, diakui dia, banyak warga yang mulai merasa tak nyaman tinggal di Wamena. 

Ia mengungkapkan, warga yang kebanyakan merupakan pendatang telah meminta agar diungsikan ke Jayapura. "Sebetulnya mereka ini masyarakat pendatang adalah para pelaku ekonomi di daerah. Merekalah yang menggerakkan roda ekonomi di daerah-daerah di Papua dan Papua Barat termasuk di Wamena," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (30/9).

Menurut dia, aparat keamanan dan pemerintah daerah telah meminta agar warga tidak meningalkan Wamena. "Tentu dengan jaminan keamanan baik dari aparat maupun pemuka adat agar mereka bisa tetap melakukan aktivitasnya sebagai penggerak ekonomi di daerah agar ekonomi di sana tidak lumpuh," ujar dia.

Terkait kebutuhan pengungsi, Wiranto mengatakan, pemerintah lewat Kementerian Sosial (Kemensos) telah menerjunkan tim untuk memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi.