sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Muhadjir: Peniadaan mudik tak berhasil 100% bukan berarti gagal

Menko PMK akui tak mudah antisipasi arus mudik Lebaran.

Manda Firmansyah
Manda Firmansyah Senin, 17 Mei 2021 11:08 WIB
Muhadjir: Peniadaan mudik tak berhasil 100% bukan berarti gagal

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku tidak mudah mengantisipasi arus mudik Idulfitri 1442 H. Namun, diakui jumlah pemudik tahun ini menurun dibandingkan tahun lalu.

"Karena ini kan bicara tentang orang, mobilitas, susah untuk dipastikan. Tetapi apa yang sudah dilakukan Pak Menhub, aparat kepolisian dan TNI di dalam melakukan penyekatan dan penindakan ketika berangkat, saya kira ini sangat berharga untuk dijadikan dasar kita membijaksanai menyambut kedatangan mereka arus balik ini,” ujar Muhadjir dalam keterangannya, Senin (17/5).

Pelaksanaan kebijakan peniadaan mudik Idulfitri 1442 H, kata dia, telah dievaluasi. Ia mengklaim, secara umum aturan tersebut telah berjalan cukup bagus. “Memang kebijakan peniadaan mudik ini tidak berhasil 100% tapi bukan berarti gagal sama sekali,” ucapnya.

Berkaca dari data historis penanganan peniadaan mudik pada 2020, pemerintah telah memperketat jalur-jalur tikus “Kita pelajari secara detail, kemudian modus operandi mereka yang nekat dengan cara-cara yang menurut mereka kreatif tapi sebetulnya itu tidak terbukti juga sudah kita antisipasi,” tutur Muhadjir.

Berdasarkan data kepolisian pada tahun 2021, jumlah pemudik berkisar 1 juta orang. Jumlah tersebut diklaim berkurang signifikan dibandingkan tahun lalu. Maka, disebutnya kebijakan peniadaan mudik berjalan cukup efektif.

Di sisi lain, pemerintah juga telah mempersiapkan fasilitas tambahan, seperti tempat tidur rumah sakit, ruang ICU, hingga ketersediaan oksigen. Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kata dia, telah menambah jumlah pelacak (tracer) dari 5.000 menjadi 100.000 orang.

Pemerintah mengklaim telah mengantisipasi arus balik mudik Idulfitri 1442 H. Antisipasi bukan hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di beberapa ibukota provinsi tujuan arus balik mudik Idulfitri 1442 H.

"Mudah-mudahan ini akan bisa lebih mengefektifkan untuk mencegah terjadinya penyebaran varian baru yang sudah berada di Singapura, Malaysia, Filipina, dan mudah-mudahan tidak sampai seperti yang terjadi di negara yang sangat parah,” ujar Muhadjir, dikutip dari laman resmi kemenkopmk.go.id.

Sponsored
Berita Lainnya