sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

Penimbun masker dianggap sebagai pelaku kejahatan ekonomi

Polisi dipersilakan bertindak dan menyelidiki unsur-unsur kesengajaan seseorang dalam menimbun masker.

Ardiansyah Fadli Akbar Ridwan
Ardiansyah Fadli | Akbar Ridwan Kamis, 05 Mar 2020 12:20 WIB
Penimbun masker dianggap sebagai pelaku kejahatan ekonomi
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Pada Senin (2/3) lalu, Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodhawardhani menyatakan, pemerintah telah mengantisipasi keberadaan masker yang semakin langka di pasar.

Namun Jaleswari tidak menjelaskan antisipasi apa yang dilakukan pemerintah dalam menghadapi situasi ini. Hanya saja, dia memastikan pemerintah akan melakukan tindakan agar kebutuhan masker dapat terpenuhi. Begitu juga kebutuhan lain untuk mengantisipasi peredaran coronavirus.

"Pasti kami bertindak agar pemenuhan publik bisa terpenuhi," ucapnya.

Sementara itu harga masker di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, mengalami kenaikan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan adanya warga Indonesia positif coronavirus. Namun meski mengalami kenaikan harga berkali lipat, harganya masih tergolong murah ketimbang di wilayah lain. 

Angga Saputra, warga Bogor berusia 35 tahun, mengaku sengaja datang ke Pasar Pramuka untuk membeli masker. Dia mengaku membeli satu boks masker merek Sensi berisi 50 lembar seharga Rp350.000.

"Biasanya Rp30.000-Rp40.000 kurang lebih. Sebelum ada kasus corona yang diumumin oleh Presiden," kata Angga kepada Alinea.id di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, Senin (2/3).

Dia mengaku rela menempuh jarak jauh ke Pasar Pramuka untuk membeli masker yang harganya telah mengalami kenaikan tersebut. Lantaran harga yang dipatok masih lebih murah dari harga jual di tempat tinggalnya.

"Di sini lebih murah. Untuk di Bogor lebih mahal. Rp575.000 harga terakhir. Di sini pusatnya, karena distributornya Pramuka," jelas dia.

Sponsored

Angga mengaku sengaja membeli masker tersebut untuk stok selama beberapa minggu ke depan. Musababnya, tidak lain karena kekhawatiran akan coronavirus. 

Berita Lainnya