sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

BMKG ingatkan peningkatan potensi karhutla di Sumatera dan Kalimantan

Peningkatan potensi karhutla terjadi pada periode kemarau pertama.

Gema Trisna Yudha
Gema Trisna Yudha Selasa, 05 Mar 2019 16:03 WIB
BMKG ingatkan peningkatan potensi karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 1.341.314
Dirawat 153.074
Meninggal 36.325
Sembuh 1.151.915

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Peningkatan potensi karhutla terjadi pada periode kemarau pertama.

"Berdasarkan citra satelit, terpantau hotspot per provinsi 10 hari terakhir terdapat peningkatan titik panas di wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam pernyataannya, Selasa (5/3).

Dalam peta analisis hari tanpa hujan berurutan di wilayah Sumatera, sejumlah tempat di pesisir timur Aceh, Sumatera Utara, dan Riau, terindikasi mengalami hari kering berurutan antara enam hingga 20 hari, kategori pendek dan menengah. 

Di Riau, hari tanpa hujan kategori panjang yaitu 21 hingga 30 hari telah terjadi di Rangsang, Rangsang Pesisir, dan daerah Tebing Tinggi.

"Potensi ini memicu terjadinya karhutla di wilayah Sumatera dan Kalimantan Timur," kata Dwikorita.

Untuk itu, BMKG telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di wilayah Riau untuk meningkatkan mitigasi dampak resiko karhutla. Terlebih kantor Stasiun Meteorologi SSK II Pekanbaru telah masuk dalam Tim Respon Cepat sebagai koordinator analisis data. BMKG Pekanbaru pun diharapkan dapat lebih rutin menginformasikan kondisi cuaca serta titik-titik hotspot. 

"Kita harus meningkatkan kualitas baik dalam penyampaian informasi, serta sebagai pelaku penggerak agar Tim Respon Cepat (TRC) dapat melakukan tindakan sedini mungkin guna meminimalkan korban dan dampak resiko karhutla," tambah Dwikorita. 

Dia juga menyampaikan, Wakil Presiden Jusuf Kalla telah melaunching Geohotspot 4.0 pada Agustus 2018 lalu. Geohotspot yang menggunakan satelit Himawari dan dilengkapi satelit Tera Aqua, akan menyokong informasi hotspot.

Sponsored

Dengan geohotspot, data peyajian informasi hotspot yang sebelumnya hanya bisa di-update setiap 6 jam dan baru bisa disampaikan setelah 24 jam, saat ini bisa di-update menjadi setiap 10 menit. Dengan demikian, informasi terkait hotspot dapat disampaikan secara real time. (Ant)

Berita Lainnya