logo alinea.id logo alinea.id

Peran ibu krusial dalam menanamkan pendidikan antikorupsi

Mendidik nilai-nilai antikorupsi kepada anak sebaiknya bermula dari keluarga. 

Manda Firmansyah
| Manda Firmansyah Jumat, 26 Apr 2019 19:59 WIB
 Peran ibu krusial dalam menanamkan pendidikan antikorupsi

Ketua Hubungan Internasional PP Muslimat Nahdlatul Ulama Yenny Wahid menegaskan adanya hubungan erat antara korupsi dengan kesetaraan gender. 

"Ada korelasi langsung antara perempuan dengan korupsi yang rendah, makin terlibatnya perempuan dan makin tinggi gender equality, maka tingkat korupsinya rendah," tutur Yenny dalam talkshow bertajuk Perempuan Bisa Apa dalam Mencegah Korupsi, Kekuatan Perempuan Inspirasi Perubahan, yang berlangsung di Gedung KPK ACLC, Jakarta Selatan, Jumat (26/4).

Menurut Yenny, seorang ibu memiliki peran yang vital dalam menanamkan nilai-nilai antikorupsi kepada anak-anak. 

"Setelah jadi ibu, saya bersyukur jadi perempuan. Kita punya hak yang luar biasa, menularkan nilai-nilai kepada anak. Punya hak mengukir sejarah bangsa, dinamika masyarakat. Jadi amat luar biasa peran ibu dalam memerangi korupsi," ujar Yenny.

Itulah sebabnya perempuan memiliki banyak kesempatan untuk turut mewarnai lingkungan sekitarnya. Ibu bisa mengajarkan pendidikan moral kepada anak-anaknya terkait perilaku koruptif yang bukan saja merugikan dirinya, melainkan juga masyarakat.

Selain itu, Yenny pun mengajak perempuan, khususnya ibu-ibu untuk kian aktif menyuarakan perubahan yang dampaknya ke depan akan memengaruhi bangsa dan negara.

Sekretaris PP Aisyah Rohimi Zamzam menyetujui peran ibu sangat krusial dalam menanamkan pendidikan antikorupsi kepada anak-anak. 

"Perempuan sangat mampu. Semua berawal dari kita. Paradoksnya saat ini banyak koruptor yang perempuan. Ini adalah bagaimana mengedukasi nilai-nilai antikorupsi kepada perempuan," kata Rohimi. 

Sponsored

Mendidik nilai-nilai antikorupsi kepada anak sebaiknya bermula dari keluarga. Tidak bisa mengandalkan sepenuhnya pada pendidikan formal maupun informal. 

"PAUD jadi catatan penting, ketika kita bilang say no to korupsi, itu tidak gampang. Tapi ada proses baik sejak lahir hingga berumah tangga. Gerakan ini harus berawal dari rumah dan dari ibu," ujar Rohimi.