sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Anies sebut BJ Habibie tidak bisa berkomunikasi

Habibie disebut tidak bisa berkomunikasi saat ini, posisinya seperti tidur dalam perawatan.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 10 Sep 2019 13:14 WIB
Anies sebut BJ Habibie tidak bisa berkomunikasi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjenguk Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie yang dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

"Kondisinya memang tim dokter yang bisa menjelaskan secara detail, tapi memang berat," ujar Anies usai menjenguk BJ Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (10/9).

Selain itu, Anies menyebut B J Habibie tidak dapat berkomunikasi. 

"Beliau tidak bisa komunikasi, jadi beliau posisinya seperti tidur dalam perawatan dan praktis komunikasi tidak ada. Beliau sadar dan mendengar, tapi tidak berkomunikasi. Karena ada alat-alat juga yang dipasang di situ," ujar Anies.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu berharap agar B J Habibie bisa cepat pulih. Apalagi saat ini dokter yang menangani merupakan tim dokter kepresidenan dengan kemampuan yang sangat baik.

"Mendoakan semoga Allah menurunkan mukjizatnya, membuat semua ikhtiar manusia menemukan hasilnya sehingga Pak Habibie bisa kembali sehat beraktivitas seperti semula dan berharap kepada tim dokter melakukan upaya yang terbaik seperti yang sudah dilakukan," katanya.

Tak lupa Anies juga mengucapkan terima kasih kepada para dokter yang telah memberikan pelayanan dan penanganan dengan baik. 

"Kami merasa berterima kasih kepada tim dokter RSPAD yang bukan saja telah memberikan perawatan dengan dokter-dokter terbaiknya dan peralatan terbaik," ucap Anies.

Sponsored

Sebagai informasi, B J Habibie mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto karena kondisi kesehatannya menurun.

Hal tersebut dibenarkan langsung oleh Sekretaris pribadinya Rubijanto melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) di Jakarta, Minggu (8/9) sore.

B J Habibie saat ini mendapatkan perawatan khusus oleh Tim Dokter Kepresidenan (TDK) di RSPAD Gatot Subroto. Namun, Rubijanto tidak memberitahukan penyebab suami almarhum Hasri Ainun Besari tersebut hingga harus dilarikan ke rumah sakit.