logo alinea.id logo alinea.id

Pernyataan Wiranto dinilai blunder

Pernyataan pengkajian ulang kebebasan Abu Bakar Ba'asyir menimbulkan perspektif adanya permainan politik menjelang pemilu.

Ayu mumpuni
Ayu mumpuni Selasa, 22 Jan 2019 10:25 WIB
Pernyataan Wiranto dinilai blunder

Pernyataan Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, tentang pemerintah masih mengkaji kebebasan Abu Bakar Ba'asyir menimbulkan berbagai komentar.  

Pengamat terorisme, Harits Abu Ulya mengatakan pernyataan resmi dari pemerintah tersebut berpotensi memberikan efek negatif bagi Jokowi. Apalagi sebelumnya isu mengenai kepentingan politik melalui pembebasan Abu Bakar Ba'asyir telah terdengar.

"Akan muncul penalaran liar apakah ini permainan politik tinggi? Ada desain untuk memenangkan Pilpres 2019 melalui isu terorisme," ujarnya seperti keterangan resminya, Selas (22/1).

Pemerintahan Jokowi terkesan blunder dalam hal ini. Keputusan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir yang disampaikan Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum Jokowi, justru dinyatakan tidak melalui koordinasi dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Menunjukkan kapasitas manajerial Presiden Jokowi sangat problematik. Bisa saja dalam konteks ini Yusril Ihza Mahendra akan disalahkan karena dianggap tidak berkoordinasi dan sebagainya," katanya.

Ia pun berpendapat jika di balik pembebasan Abu Bakar Ba'asyir terdapat irisan kepentingan politik. Kondisi saat ini justru tidak akan mendongkrak elektabilitas Jokowi. Justru basis dukungan Jokowi akan tergerus bahkan memungkinkan terjadi penggulingan rezim Jokowi.

Sementara itu Direktur Eksekutif (ICJR) Anggara, menyatakan skema pemidanaan napi lansia memang perlu diubah. Kondisi dan kebutuhan napi lansia berbeda dengan napi lainnya, karenanya perlu ada pengkhususan.

"ICJR memandang pemidanaan terhadap narapidana yang telah berusia lanjut lebih baik dilakukan dengan sistem asimilasi bertahap dengan menjadikan rumah sebagai tempat pemidanaan narapidana lansia," ucapnya. 

Sponsored

Terkait dengan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir sendiri, Anggara menuturkan belum pernah ada perlakuan khusus terhadap napi lansia. Jika alasan pembebasan Abu Bakar Ba'asyir adalah kemanusiaan, maka perlu pembuatan aturan yang jelas agar tidak terkesan diskriminatif.