sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Persiapan makin matang, 22 pembalap siap ikuti Formula E Jakarta

Tim Formula E dari London mengapresiasi persiapan yang dilakukan Pemprov DKI untuk menyelenggarakan balap Formula E.

Eka Setiyaningsih
Eka Setiyaningsih Selasa, 12 Nov 2019 14:28 WIB
Persiapan makin matang, 22 pembalap siap ikuti Formula E Jakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta semakin gencar mempersiapkan gelaran balap mobil listrik Formula E, Jakarta E-Prix, yang akan berlangsung pada Juni 2020 mendatang. Vice Chairman Jakarta E Prix Dian Fatwa mengatakan, tim Formula E dari London yang datang mengecek kesiapan Jakarta E Prix dua pekan lalu, memberi apresiasi terhadap persiapan yang dilakukan. 

"They are very happy dengan apa yang sudah kami lakukan. Semuanya excited untuk bagaimana pelaksanaan tanggal 6 Juni 2020 ini bisa berjalan dengan baik. Persiapannya sekarang on the track," ujar Dian saat ditemui di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (12/11).

Menurutnya, Indonesia patut berbangga karena kegiatan bergengsi internasional itu dapat diselenggarakan di Ibu Kota. Dengan demikian, Jakarta dapat semakin dikenal dan bisa bersanding dengan kota-kota di negara lain, yang lebih dulu melaksanakan Formula E.

"Yang pasti mereka akan melihat Jakarta masuk menjadi bagian dari tier one. Tier one yaitu Jakarta menjadi bagian dari event sport internasional, sejajar dengan Roma dan juga Berlin," kata dia.

Dian mengatakan, akan ada 22 pembalap yang akan mengikuti turnamen balap ini. "Dari satu season ada 16 balapan. Ada 11 tim, artinya ada 22 pembalap. Pembalapnya sudah fix," kata Dian.

Dian menyebut, penyelenggaraan balap mobil listrik ini tidak hanya sekedar membawa turnamen bergengsi tersebut ke Jakarta. Ada pesan yang ingin disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui penyelenggaraan balapan, yaitu meninggalkan bahan bakar fosil dan menuju energi bersih di masa depan. 

"Ini adalah pesan utama karena bagaimana Jakarta saat ini berupaya untuk menanggalkan sebagai kota yang polusinya tidak cukup bagus. Nah ini kita coba transformasikan dengan Formula E," ujarnya.

Meski demikian, Dian belum dapat membeberkan detail penjualan tiket dalam ajang balap ini. Sejauh ini, pihaknya berencana membedakan harga tiket berdasarkan kategori yang nanti akan ditentukan. 

Sponsored

Dian menyebut, harga yang ditetapkan dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat di berbagai belahan dunia, khususnya warga Jakarta. Dia pun berharap penyelenggaraan ini mendapat sambutan positif dari warga, dengan menyaksikannya secara langsung. 

Kedatangan pembalap Belgia

Hari ini, pembalap Formula E asal Belgia Stoffel Vandoorne menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta. Kedatangan Vandoorne merupakan bagian dari kegiatan "Meet and Greet Persiapan Formula E" pada pagi ini. Vandoorne merupakan salah satu dari 22 pembalap yang akan beraksi dalam ajang balap mobil listrik skala internasional itu.

Gubernur Anies mengapresiasi kehadiran Vandoorne yang akan mendukung penuh perhelatan Jakarta E-Prix pada Juni 2020 mendatang.

"Formula E adalah salah satu cara untuk kita mencapai Jakarta langit biru. Kehadiran Vandoorne ini akan mendukung penuh Jakarta E-Prix. Vandoorne bukan pebalap sembarangan, dia adalah juara GP2 Series tahun 2015 dan ketika di F1 membela tim legendaris McLaren," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (12/11).

Sebagai informasi, Jakarta Propertindo (JakPro) bersama Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) sudah menyelesaikan rancangan sirkuit yang akan digunakan di Jakarta. Lintasan yang digunakan masuk ke dalam kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Berdasarkan paparan JakPro saat rapat dengan Komisi D DPRD DKI Jakarta, balapan akan berlangsung di Jalan Medan Merdeka Selatan, kemudian masuk ke Monas.

Garis start akan dimulai dari Jalan Medan Merdeka Selatan ke arah patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda. Rute berlanjut ke kawasan Monas dari gerbang silang barat daya Monas, yakni pertemuan Jalan Medan Merdeka Barat dan Jalan Medan Merdeka Selatan.

Rencana track penyelenggaraan turnamen balap Formula E di Jakarta. Alinea.id/Eka Setiyaningsih

Lintasan menuju tengah tugu Monas, kemudian berputar menuju pintu gerbang di belakang Stasiun Gambir. Lintasan kemudian kembali ke Jalan Medan Merdeka Selatan.

Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan, batu-batu alam di kawasan Monas pun akan diubah menjadi aspal. Namun, Dwi belum dapat memastikan apakah aspal tersebut akan dibuat menjadi permanen.

Pihak JakPro tidak merinci spesifikasi lintasan untuk Formula E. Namun, Dwi mengatakan, secara teknis, pengerjaannya akan dilakukan dengan mekanisme tender.

"JakPro bukan kontraktor. Kita open tender, (dikerjakan) kontraktor. Tapi spesifikasi ditentukan oleh Formula E, misal barier pagar ukuran berapa, bahan apa, molding-nya dari mereka. (Molding) mesin cetak barier-nya itu," ucap Dwi.

Berita Lainnya