sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Petani di NTB tolak bibit bawang putih bantuan pemerintah

Bantuan pemerintah menyusut dari semula 25 kilogram menjadi 5 sampai 8 kilogram.

Tito Dirhantoro
Tito Dirhantoro Selasa, 12 Mar 2019 07:05 WIB
Petani di NTB tolak bibit bawang putih bantuan pemerintah

Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Nusa Tenggara Barat akhirnya turun tangan menyelisik masalah yang timbul dalam proses pendistribusian bibit bawang putih di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur.

Langkah tersebut dilakukan kepolisian menyusul adanya gejolak di tengah masyarakat, khususnya bagi para petani yang menolak bibit bawang putih bantuan pemerintah untuk Tahun Anggaran 2018.

Kasubdit I Bidang Industri dan Perdagangan Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Feri Jaya Satriansyah, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari peran kepolisian untuk mengetahui permasalahan yang memicu timbulnya reaksi penolakan bibit bantuan pemerintah tersebut.

“Sesuai dengan fungsi Polda NTB, setiap masalah yang ada di lapangan pasti akan dikoordinasikan. Dari tingkat polres sampai polsek-polsek. Untuk informasi yang di Sembalun, sudah kita terima dan akan kita pantau,” kata Feri.

Menurut informasi yang dihimpun, permasalahan yang muncul dalam pendistribusian bibit bawang putih di Kecamatan Sembalun terkesan kompleks. Hal tersebut kembali terulang setelah permasalahan yang sama pernah terjadi pada pendistribusiannya di Tahun Anggaran 2017.

Puncak permasalahannya timbul dari reaksi penolakan masyarakat petani penerima bantuan bibit bawang putih pada akhir pekan lalu. Sebanyak belasan karung merah berisi bibit bawang putih tanpa keterangan bobot itu ditolak masyarakat petani dengan menyerahkannya ke Polsek Sembalun.

Bibit bantuan pemerintah itu diserahkan dengan harapan pihak kepolisian dapat membantu masyarakat petani dalam menyelesaikan permasalahan bobot yang tidak sesuai dengan persetujuan awal.

Menurut keterangan salah seorang anggota kelompok tani yang enggan disebutkan identitasnya, bobot untuk satu karung yang diterima dari pemerintah menyusut dari 25 kilogram menjadi 5 sampai 8 kilogram saja.

Sponsored

"Seharusnya dalam satu karung itu beratnya bisa sampai 25 kilogram, tapi ini kurang. Ada yang sampai 5 kilogram," kata petani tersebut.

Berbeda lagi dengan permasalahan yang sebelumnya terungkap dalam proses pendistribusian bibit pertama pada periode Januari-Februari 2019, terhimpun sebanyak 300 hektare dari 1.100 hektare lahan petani yang telah terverifikasi oleh Dinas Pertanian Lombok Timur ternyata fiktif.

Hal tersebut terungkap karena tidak adanya bukti dari keberadaan nama-nama kelompok tani yang menguasai lahan dengan luasan total mencapai 300 hektare.

Berita Lainnya