logo alinea.id logo alinea.id

Pimpinan KPK diminta tak sembarangan umbar pernyataan

Mantan Ketua KPK Antasari Azhar menyebut teror kepada KPK bukan hal baru.

Robi Ardianto Kamis, 10 Jan 2019 15:29 WIB
Pimpinan KPK diminta tak sembarangan umbar pernyataan

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menyebut teror terhadap pimpinan KPK merupakan hal yang lazim terjadi. Menurut dia, aksi teror biasanya terjadi saat KPK tengah mengusut kasus-kasus korupsi. 

"Bukan hal yang baru, jadi sejak zaman saya sampai hari ini kan ada. Teror kepada KPK tidak hanya teror yang tampak, tapi juga tidak tampak," ujar Antasari kepada wartawan saat menghadiri perayaan hari jadi PDI-Perjuangan di JI-Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1). 

Karena itu, Antasari menyarankan agar petinggi KPK berhati-hati  mengeluarkan pernyataan di depan publik. Apalagi, pernyataan itu yang terkait dengan kasus korupsi. 

Pasalnya, menurut Antasari, peneror akan bergerak cepat sebelum kasus mereka terungkap. "Ingat, pelaku teror itu akan lebih duluan bergerak daripada yang akan diteror," sebutnya. 

Seperti diberitakan, rumah KPK Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif dibayangi teror, Rabu (9/1) lalu. Pagar rumah Agus dipasangi benda yang mirip dengan bom sedangkan kediaman Laode dilempari bom molotov. 

Antasari mengatakan, pimpinan KPK harus terus waspada dan menjaga jajarannya dari beragam jenis teror, baik fisik maupun nonfisik. "Diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat keamanan jika terjadi teror," imbuhnya.  

Pada kesempatan yang sama, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly, meminta pihak kepolisian segera melacak dan menangkap pelaku teror. 

"Kepada siapa pun, (aksi teror) itu tidak dibenarkan. Maka, saya percaya polisi akan mengungkap kasus ini," tegasnya.

Sponsored

Presiden Jokowi sebelumnya juga telah meminta kepolisian segera mengusut tuntas aksi teror di kediaman pimpinan KPK. Namun demikian, hingga kini belum jelas apa motif pelaku teror.