sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PKS minta partisipasi publik bantu BPOM digalakkan kembali

Pemerintah juga didorong menunjukkan keseriusannya mendukung peran BPOM.

Achmad Al Fiqri
Achmad Al Fiqri Jumat, 06 Nov 2020 18:23 WIB
PKS minta partisipasi publik bantu BPOM digalakkan kembali
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 882.418
Dirawat 138.238
Meninggal 25.484
Sembuh 718.696

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR meminta partisipasi publik dalam membantu tugas Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) harus digalakkan kembali. Minimal pemberdayaan masyarakat yang sadar keamanan pangan diperluas.

"Kemudian, masyarakat juga ikut aktif mengawasi obat dan makanan berbahaya yang beredar dengan menyampaikan melalui hotline atau kanal aduan yang disediakan BPOM, baik online maupun offline," kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR, Netty Prasetiyani Aher, dalam keterangannya, Jumat (6/11).

Menurutnya, makanan yang terkontaminasi zat berbahaya di masyarakat semakin besar seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan. Karena itu, pola gaya hidup dan konsumsi pangan yang sehat harus dikenal secara luas.

Netty juga mendorong pemerintah menunjukkan keseriusan guna mendukung tujuan BPOM. Alasannya, tugas dan tanggung jawab lembaga itu terbilang besar.

"Berbicara ketahanan nasional akan sangat dipengaruhi salah satu faktornya, yaitu keamanan pangan. Hal ini tidak bisa disepelekan dan kesadaran kolektif tentang keamanan pangan ini juga harus dibangun secara masif," tutur Netty.

"Oleh karena itu, dukungan masyarakat dan DPR terhadap pembahasan rancangan Undang-Undang (RUU) POM ini menjadi penting," imbuhnya.

Pembahasan RUU POM, kata dia, terus didorong untuk memenuhi unsur keadilan (fairness) dan terprediksi (predictability). Tujuannya, semua pihak bisa dapat menyampaikan aspirasinya.

"RUU ini juga harus memfasilitasi aspek pembinaan pelaku usaha, perlindungan masyarakat, penguatan proses penyidikan dan penyelidikan, dan penguatan lainnya yang dibutuhkan BPOM," tandas Netty.

Sponsored
Berita Lainnya