sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PKS: Tak ada ruang bagi LGBT di Indonesia

Jazuli Juwaini menegaskan tidak ada ruang bagi perilaku LGBT di Indonesia.

Marselinus Gual
Marselinus Gual Rabu, 11 Mei 2022 16:08 WIB
PKS: Tak ada ruang bagi LGBT di Indonesia

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Jazuli Juwaini menegaskan tidak ada ruang bagi perilaku LGBT di Indonesia. Dia menyesalkan Deddy Corbuzier membahas LGBT dengan mengundang pasangan LGBT, Ragil Mahardika dan Frederick Vollert dalam podcastnya. 

"Setop memberi ruang bagi pelaku LGBT di negara kita, apalagi sampai diekspose di ruang publik, didengar dan dilihat masyarakat luas terutama generasi muda bangsa," ujar Jazuli kepada wartawan di Jakarta, Rabu (11/5).

Anggota Komisi I DPR ini menyesalkan publik figur seperti Deddy Corbuzier memberi ruang bagi pelaku LGBT untuk leluasa mengekspresikan dan mengeksplorasi paham seks menyimpang mereka guna dikonsumsi publik. Menurut dia, Deddy yang selama ini dikenal memiliki follower yang besar, mestinya fokus bantu negara mengedukasi masyarakat dengan konten-konten yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Banyak konten Deddy lainnya yang edukatif, konsisten di situ saja.  

"Yang jelas-jelas melanggar Pancasila dan konstitusi negara seperti LGBT jangan dong diberi ruang. LGBT jelas bertentangan dengan identitas dan karakter bangsa sebagai negara yang beragama dan berbudaya luhur," ucap Jazuli.

"Sekali kita permisif dan memberi ruang bagi mereka, selanjutnya mereka leluasa berbicara ke publik bahkan mengampanyekan perilakunya. Akhirnya paham menyimpang itu lambat laun akan diikuti banyak orang. Itu kekuatan repetisi dari media publik. Sesuatu yang diulang-ulang, menjadi biasa, lalu dimaklumi, dan akhirnya ditiru. Mestinya public figure paham itu," sambung dia.

Dia pun mengaku senang setelah Deddy akhirnya menurunkan video podcast yang menuai kecaman publik tersebut, diiringi permintaan maaf. Dia berharap kejadian tersebut tidak terulang lagi oleh konten kreator lain dan media manapun.

Selain itu, dia meminta agar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) ke depannya harus lebih aktif mengawasi dan menyupervisi konten-konten menyimpang di media sosial dan platform digital.

"Kementerian Kominfo punya kewenangan melakukan takedown konten-konten menyimpang untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas. Apalagi jika banyak protes dan report terhadap konten tersebut. Hal ini sekaligus menegaskan negara hadir menjaga generasi bangsa dari perilaku seks menyimpang," pungkas Jazuli. 

Sponsored

Diketahui, Deddy Corbuzier telah meminta maaf dan mencabut alias takedown video podcast yang membahas LGBT dengan judul Tutorial Jadi G4y di akun YouTube pribadinya. 

Hal itu dilakukan Deddy merespons permintaan dari Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah, sosok yang membimbing Deddy menjadi seorang mualaf.

Berita Lainnya