sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

PLN klaim tidak ada kenaikkan tarif listrik

Tarif naik akibat konsumsi listrik di rumah meningkat 4,7% selama pandemi Covid-19.

Ardiansyah Fadli
Ardiansyah Fadli Kamis, 11 Jun 2020 02:15 WIB
PLN klaim tidak ada kenaikkan tarif listrik
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 404.048
Dirawat 60.569
Meninggal 13.701
Sembuh 329.778

Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim tidak ada kenaikan harga listrik. General Manager PLN Unit Induk Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengaku, adanya keluhan dari masyakarat soal dugaan kenaikkan tarif listrik, melainkan dampak lesunya perkonomian.

Doddy menyatakan, perusahaan plat merah ini bersama dengan jajaran PLN DKI mengevaluasi konsumsi listrik pelanggan satu per satu. Kata dia, hampir 97% keluhan dan komplain itu sudah dapat ditangani.  "Untuk anggapan bahwa tarif listrik naik, saya tegaskan kembali, bahwa tarif listrik itu tidak naik. Lagi pula, tarif listrik tidak naik sejak tahun 2017," kata Doddy, dalam diskusi virtual bersama wartawan, Rabu 10 Juni. 

Doddy menjelaskan, bahwa listrik yang membengkak dihitung dari jumlah pemakaian pelanggan setiap bulannya. Jika, pemakaian listrik di rumah semakin sering dilakukan, otomatis biaya yang dibebankan turut naik. 

Doddy lalu memberi gambaran, soal survei konsumsi listrik di Jakarta pada Mei 2020. Survei dilakukan kepada 50 sampel pelanggan dari berbagai sektor. Hasilnya, pemakaian listrik dari awal Mei 2020 sektor rumah tangga naik sebesar 4,73%. Sebaliknya, konsumsi listrik sektor bisnis turun 11,38%, sektor sosial turun 9,52%, pemerintah turun 6,9%, dan sektor industri turun 15,8%. 

Sponsored

Pada Mei tahun ini, Jakarta sedang menerapkan status pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Masyarakat lebih banyak beraktivitas, belajar, dan bekerja dari rumah. 

Saat PSBB, sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan juga tutup. Beberapa, dari mereka bahkan mengajukan penurunan daya hingga berhenti berlangganan. "Ini mungkin menjadi penyebab, dari banyaknya pelanggan kami yang cukup terkejut menerima tagihan listrik," dalihnya.

Lebih lanjut, bagi konsumen yang masih meragukan pengolahan data PLN, kata Doddy, PLN membuka ruang komunikasi pada contact canter 123. "Kemudian, kami juga membuka channel di Facebook, Twitter, dan Instagram," tandasnya.

Berita Lainnya