sun
moon
a l i n e a dot id
fakta data kata
logo alinea.id

TNI jadi leading, Polri backup keamanan pelantikan presiden

Polri akan membackup penuh TNI. Polri akan memastikan kelancaran dan ketertiban selama proses pelantikan Presiden dan Wakil Presiden.

Khaerul Anwar
Khaerul Anwar Selasa, 15 Okt 2019 11:55 WIB
TNI jadi leading, Polri backup keamanan pelantikan presiden

Jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin, pengamanan akan dikerahkan dari sejumlah wilayah sekitar Polda Metro Jaya. Salah satunya menggandeng petugas polisi dari Banten. 

Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol Condro Kirono mengatakan, perintah Kapolri Jenderal Tito Karnavian adalah pelantikan dan sumpah jabatan Presiden Wakil Presiden 2019 diperketat. Hal ini menyusul insiden peristiwa penusukan Menteri Koordinator Hukum dan Ham (Menkopolhukam) Wiranto.

"Pascainsiden penusukan Menkopolhukam, Kapolri sudah memerintahkan jajarannya untuk memperketat keamanan. Termasuk pada tanggal 20. Setelah ini video conference Kapolri di Polda, bahwa tidak hanya Polda Metro yang melakukan pengamanan. Polda sekitarnya termasuk: Polda Banten, Polda Jabar, Polda Jateng dan seluruh Polda melakukan pengamanan," terang Condro saat menghadiri launching RS Bhayangkara Polda Banten, Selasa (15/10).

Condoro bilang, leading sektor pengamanan pelantikan nanti adalah TNI. Selanjutnya, Polri akan mem-backup penuh demi kelancaran dan ketertiban selama proses pelantikan.

Sponsored

"Hari ini Kapolri dan Panglima TNI sedang rapat bersama pimpinan MPR, membahas teknis pengamanan pelantikan," katanya.

Sekitar 30 ribu anggota TNI-Polri akan menjaga gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama proses pelantikan. Keamanan dibagi tiga ring, mulai dari dalam hingga luar gedung.

"Mungkin nanti kita akan lakukan pagar betis sepanjang rute perjalanan. Bahkan setelah kembali presiden dan wakil presiden, karena dimungkinkan masyarakat akan banyak juga di sepanjang jalan. Mulai dari Jalan Sudirman sampai ke Istana kita lakukan pagar betis," katanya.

Berita Lainnya