sun
moon
logo alinea.id logo alinea.id

Polda Jatim dirikan 16 posko siaga banjir

Posko dilengkapi dapur umum dan makanan, layanan kesehatan, serta peralatan antisipasi.

Fatah Hidayat Sidiq
Fatah Hidayat Sidiq Jumat, 03 Jan 2020 15:13 WIB
Polda Jatim dirikan 16 posko siaga banjir
Informasi mutakhir perkembangan Covid-19 di Indonesia bisa dilihat di sini
Terinfeksi 25773
Dirawat 17185
Meninggal 1573
Sembuh 7015

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mendirikan 16 posko siaga banjir. Berada di sejumlah titik rawan.

"Untuk siaga bencana, masing-masing Polres sudah bekerja sama dengan pemerintah daerah (pemda) membangun posko. Terutama daerah rawan banjir," ucap Kapolda Jatim, Irjen Luki Hermawan, di Kota Surabaya, Jumat (3/1).

Posko dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berteduh kala hujan. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas. Seperti dapur umum dan makanan, layanan kesehatan, serta peralatan antisipasi banjir.

Dia melanjutkan, terdapat beberapa daerah rawan banjir di Jatim yang perlu diwaspadai. Di antaranya Bondowoso, Lamongan, Tuban, dan Ngawi.

"Juga ada daerah yang rawan longsor seperti di kawasan 'Mataraman'. Seperti Trenggalek, kemudian di Kabupaten Malang, dan beberapa daerah lainnya," tuturnya.

Polda Jatim turut menyiagakan alat-alat berat. Ditempatkan di daerah-daerah rawan longsor. Macam kawasan pegunungan.

"Apabila jalan sekitar gunung terjadi longsor, maka alat berat itu bisa melakukan evakuasi," tutup Luki.

Sejak 16 Desember 2019, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Berlaku untuk 150 hari.

Sponsored

Kebijakan tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Gubernur No.188/650/KPTS/013/2019. Berlaku untuk 37 dari 38 kabupaten/kota di Jatim.

Keputusan tersebut merujuk hasil Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Bencana Banjir Bandang, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung. Pertemuan digelar di BNPB, Jakarta, 18 Januari 2019. (Ant)

Berita Lainnya